Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2021

Hari ke-10 : Sedang kenyataan perlu dijalani

 Perihal pasangan, akan banyak kriteria yang harus dimiliki oleh seseorang ketika dia ingin bersama dengan kita. betul kan? tidak berharap, tapi lebih ke memaksa agar seseorang yang mendekat harus sesuai dengan bayangan kita. Tapi naasnya, tidak semua sempurna seperti cerita yang kita baca, atau drama korea yang kita tonton, sosok pemain laki-laki yang akhirnya menjadi patokan dalam memilih pasangan. "Akh, dia tidak bisa seperti Harist, didalam cerita Persimpangan Jalan" atau "Akh kenapa dia tidak setampan Ji Chang Wook". Secara tidak sadar, kita meminta karakter, sikap, tampang, bahkan alur cerita yang sama dengan impian kita. Namun, kita lupa. Adakah sosok seperti Ji Chang Wook, yang mau dengan kita? perempuan yang suka ngemper dipinggir jalan, kesulitan bagaimana cara table manner, atau setelah makan yang berkumur dengan air akhirnya ditelan juga. Mana ada? Sebenarnya kita pantas memilah-milih, terlepas dari sepakem apa kriteria kita. Tapi setidaknya, kita mulai ...

Kutipan kata di cerita "Persimpangan Jalan" PART 1

  Merelakan sesuatu memang bukanlah hal yang mudah, bahkan Rasulullah saja pernah jatuh dan patah hati sekaligus pada putri keempat pamannya, Abu Tholib yaitu Umm Hani’. Rasulullah begitu yakin bahwa cintanya tidak main-main dan begitu besar, namun takdir menuliskan hal yang berbeda, Umm Hani’ telah bersanding dengan Hubayroh; pria yang ketika itu terlihat lebih baik dimata keluarga pamannya. Dengan usia yang sudah seperempat abad, tidak dapat dipungkiri bahwa jatuh dan patah hati telah berkali-kali mampir, namun selayaknya orang yang ingin hidup bahagia, alur itu harus dilalui untuk menemukan yang benar-benar mendukung dalam hal “saling”. Kali ini, mungkin memang bagiannya untuk patah hati lagi. Namun, tidak menutup kemungkinan akan terbuka cinta baru, meski tidak semudah yang dikatakan. Akan ada bagian-bagian dari patah hati yang masih menyelinap, menghalangi bagian baru untuk memulai. Yah, serumit itu untuk mencari “saling”. Kenapa lama menulis di blog ini?  Sebenarnya ...

Hari ke-9 : Persoalan yang masih rumit

Hubungan jarak jauh atau bahasa lainnya LDR, menjadi persoalan yang masih rumit, dimana pada akhirnya dua orang memilih menyerah dan berakhir dengan kisah indah yang hanya melalui pesan. Tapi tidak semua yang LDR mengalami hal serupa, ada yang sampai kejenjang lebih serius hingga menikah. Ada. Tidak banyak. Hubungan yang membuat seseorang menjadi over thinking, over protektif, over sensitif, dan over over lainnya.. Berburuk sangka menjadi hal wajib, dan percaya menjadi sangat tabu bagi sepasang hubungan LDR.  Dulu sempat menggenggam dengan begitu eratnya, berharap setidaknya apa yang telah diperjuangkan tidak sia-sia. Tapi dengan tidaknya bersamamu, apa yang bisa meyakinkanku bahwa ini benar-benar cinta? Apa sekelumit perasaan itu hanya untukku? Apa tidak dibagi dengan seseorang yang ada disana, yang sangat dekat denganmu dan punya banyak waktu untukmu? Kini bukannya aku melepas genggaman itu, aku hanya sedang merenggangkan, memberi celah. Setidaknya, jika nanti kamu memilih seseor...

Hari ke-8 : Orang asing yang pernah berbagi cerita

Mungkin saja ini bukanlah daily update, tapi aku ingin meneruskan perjalanan 30 hari bersama coretanku. Waktu bergulir, membawa air hujan membasahi tanah, yang kemudian mengering kembali. Entah sudah berapa fase terjadi, dan sejak itu tidak lagi ada kabarmu. Aku tidak menunggu, aku hanya masih memikirkan alibimu setiap kembali dari menghilang. "Aku kemarin sibuk, jadi nggak kebalas pesannya.", "Pesanmu ketimbun sama grup", "Kamu kenapa nggak coba mengirim pesan lagi?" Apa mungkin kamu sedang ikut trend akhir-akhir ini; ghosting umpamanya. Sedikit terdengar keren bukan untuk sikapmu ini. Mungkin menurutmu aku keras kepala, hingga membuatmu malas dan jengah. Tapi dengar ya, aku seperti ini agar tidak ada aku lagi yang dulu. Yang selalu luluh dan percaya, kemudian dijarah. Mungkin bagimu aku kaku, hingga kamu menganggapku gagu dan batu. Tapi harusnya kamu mengerti, hal-hal yang semestinya disembunyikan tidak pantas untuk diutarakan ketika kita belum siapa-sia...