Perihal pasangan, akan banyak kriteria yang harus dimiliki oleh seseorang ketika dia ingin bersama dengan kita. betul kan? tidak berharap, tapi lebih ke memaksa agar seseorang yang mendekat harus sesuai dengan bayangan kita.
Tapi naasnya, tidak semua sempurna seperti cerita yang kita baca, atau drama korea yang kita tonton, sosok pemain laki-laki yang akhirnya menjadi patokan dalam memilih pasangan.
"Akh, dia tidak bisa seperti Harist, didalam cerita Persimpangan Jalan" atau "Akh kenapa dia tidak setampan Ji Chang Wook". Secara tidak sadar, kita meminta karakter, sikap, tampang, bahkan alur cerita yang sama dengan impian kita.
Namun, kita lupa. Adakah sosok seperti Ji Chang Wook, yang mau dengan kita? perempuan yang suka ngemper dipinggir jalan, kesulitan bagaimana cara table manner, atau setelah makan yang berkumur dengan air akhirnya ditelan juga. Mana ada?
Sebenarnya kita pantas memilah-milih, terlepas dari sepakem apa kriteria kita. Tapi setidaknya, kita mulai mencoba fleksibel, menekan egoisme, dan menerima yang masih bisa dimaklumi. Bukan menurunkan standar, tapi kita diharuskan untuk berdamai dengan keadaan. Tidak selamanya kita terus bermimpi, sedang kenyataan perlu dijalani.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu