Merelakan sesuatu memang bukanlah hal yang mudah, bahkan Rasulullah saja pernah jatuh dan patah hati sekaligus pada putri keempat pamannya, Abu Tholib yaitu Umm Hani’. Rasulullah begitu yakin bahwa cintanya tidak main-main dan begitu besar, namun takdir menuliskan hal yang berbeda, Umm Hani’ telah bersanding dengan Hubayroh; pria yang ketika itu terlihat lebih baik dimata keluarga pamannya.
Dengan usia yang sudah seperempat abad, tidak dapat
dipungkiri bahwa jatuh dan patah hati telah berkali-kali mampir, namun selayaknya
orang yang ingin hidup bahagia, alur itu harus dilalui untuk menemukan yang
benar-benar mendukung dalam hal “saling”.
Kali ini, mungkin memang bagiannya untuk patah hati lagi.
Namun, tidak menutup kemungkinan akan terbuka cinta baru, meski tidak semudah
yang dikatakan. Akan ada bagian-bagian dari patah hati yang masih menyelinap,
menghalangi bagian baru untuk memulai. Yah, serumit itu untuk mencari “saling”.
Kenapa lama menulis di blog ini?
Sebenarnya aku sedang fokus di platform menulis Dreame. Dan project yang sedang ku kerjalakan yaitu novel "Persimpangan Jalan". Semoga novelnya dapat acc editor dan pusat, lalu bisa segera dipublikasikan yaaa.
Kalau kangen aku, sementara bisa baca tulisanku yang lama-lama yaaa hehe. aku mau hiatus dulu.
Tapiiii, kalau ada isi novel persimpangan jalan yang pengen aku share di blog ini, pasti aku share, jadi aku kasih part nya, entah mungkin bisa jadi puanjaaang, buanyaaaak, biar penasaran juga sama ceritanya dan mampir ke Dreame deh haha.
Okay, baiklah. Sampai sini dulu ya, temaaaan. Aku akan kembali lagi, entah kapan.
Tertanda,
Umi Masrifah
Gresik, 13 April 2021
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu