Mungkin saja ini bukanlah daily update, tapi aku ingin meneruskan perjalanan 30 hari bersama coretanku.
Waktu bergulir, membawa air hujan membasahi tanah, yang kemudian mengering kembali. Entah sudah berapa fase terjadi, dan sejak itu tidak lagi ada kabarmu.
Aku tidak menunggu, aku hanya masih memikirkan alibimu setiap kembali dari menghilang.
"Aku kemarin sibuk, jadi nggak kebalas pesannya.",
"Pesanmu ketimbun sama grup",
"Kamu kenapa nggak coba mengirim pesan lagi?"
Apa mungkin kamu sedang ikut trend akhir-akhir ini; ghosting umpamanya. Sedikit terdengar keren bukan untuk sikapmu ini.
Mungkin menurutmu aku keras kepala, hingga membuatmu malas dan jengah. Tapi dengar ya, aku seperti ini agar tidak ada aku lagi yang dulu. Yang selalu luluh dan percaya, kemudian dijarah.
Mungkin bagimu aku kaku, hingga kamu menganggapku gagu dan batu. Tapi harusnya kamu mengerti, hal-hal yang semestinya disembunyikan tidak pantas untuk diutarakan ketika kita belum siapa-siapa.
Aku memakluminya, pembicaraan yang sudah dingin, tawa yang sekedar menghibur, dan pertemuan sebagai formalitas. Rasanya tidak ada yang perlu diteruskan. Tidak ada yang harus merasa berat, karena sejak saat itu, tepatnya pertama kali kita bertemu, semuanya tidak ada yang berubah, kita tetaplah orang asing dan kebetulan pernah berbagi cerita.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu