Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2023

(S)ampai nanti, Tuan

Kala itu aku merayu Tuhan, saat tubuhku sudah berdarah-darah dan tidak karuan. Untuk hidup enggan, matipun menyusahkan. Pada titik itu aku adalah gelandangan tanpa tujuan, beban bagi yang berdampingan, dan duri bagi yang datang bertuan. Jadi, apa gunanya diri ini, Tuhan? Namun dalam titik itu, Tuhan mengirim seseorang. Yaitu kau yang menarikku dari lembah berkubang, menggenggamku tanpa lepas pandang. Bahkan ketika hatiku berada diambang, kau meyakinkanku akan arti perjalanan yang panjang. Tuan, ketika kali pertama bertemu denganmu. Sesuatu menamparku, ialah cerita lalu yang melukaiku, cukup dalam hingga menembus enamel tulang-tulangku. Tentu berbekas, bahkan tak sesempurna ketika kuberani melawan arus. Tubuhku tergerus dan hampir hangus, itu mengapa tak sekalian tubuh ini hilang bersama arus. Namun Tuhan punya takdir, Ia menuntunku dalam cerita lalu tanpa pernah membuat ceritaku berakhir. Ia punya cara untukku akhirnya bertemu dengan kau, menerima uluran tanganmu dengan bayang cerita...

Tidak ada lagi kamu dalam tulisanku

 Untuk laki-laki yang dulu sering kuceritakan dalam tulisan, Kini bukan lagi kamu yang terdefinisi indah dalam tulisanku, kamu hanyalah masa lalu yang menyakitkan, yang ingin kuhapus bersama kenangannya. Lari dari persembunyian, tertatih mencari jalan pulang, terluka oleh duri omongan, dan pedih karena tidak adanya penerimaan. Kamu kira itu semua mudah? Selepas kepergianmu kembali ke rumah, aku menangggungnya sendirian, tanpa pernah memohon untuk kamu kembali. Kusembuhkan mental yang telah kamu hancurkan berkali-kali. Pelukanmu memang masih kuingat betul, sebagai yang pertama. Aku hampir frutasi ketika kamu tanpa berpamitan pergi, saat separuh nyawaku sudah kuberikan padamu sebagai lelaki. Tapi apa yang kulakukan dulu? aku hanya membiarkanmu, tanpa meminta sedikitpun belas kasihan atau rasa cintamu yang dulu. Karena aku tau, ini bukan hanya salahmu, tapi aku juga; yang terlalu percaya bahwa kamu benar-benar mencintaiku seperti yang selalu kamu katakan. Jika kamu tahu tulisan ini, k...

Semuanya telah terlewati

Dear Monster Senjaku, Pada akhirnya kita bisa melewati semua, singkatnya cerita perkenalan beserta kerikil-kerikilnya tidak menggoyahkan tujuan kita.  Pada titik ini aku bersyukur telah dipertemukan dengan sosok sepertimu, laki-laki yang menerimaku dengan segala cerita masa lalu yang tidak baik-baik saja. Kamu masih menggenggamku meski sesekali merasakan kecewa karena mengetahui kenyataan yang ada. Kita sama-sama bukan dari masa lalu yang baik, begitu ujarmu. Begitupun dengan takdir yang sangat adil pada kita, sepasang kekasih yang menapaki jalan menuju pernikahan dengan ridho-nya. Seandainya kita tidak memiliki cerita masa lalu itu, mungkin salah satu dari kita akan berpikir ulang untuk ada dalam hubungan ini. Mas, kemarin ujian kita sangat berat menurutku. Terkadang aku ingin menyerah dan melepaskanmu saja. Tapi ternyata kamu jauh lebih kuat untuk menggenggamku, meyakinkanku bahwa semua akan berlalu dan kembali baik-baik saja. Dan seperti yang kamu bilang, semuanya membaik. Perem...

Untuk laki-laki yang pernah meletakkanku dalam persembunyian

 Dear laki-laki yang pernah meletakkanku dalam persembunyian, Kamu tau, sejak aku memutuskan untuk pergi secara diam-diam dari tempat persembunyian yang kamu buat untuk kita, aku berjalan dengan sekuat tenagaku meski tertatih, mengembalikan mentalku yang hancur karena melihatmu kembali ke rumah tanpa pernah ingin menilikku dahulu. Aku hampir menyerah... Tapi melihatmu sudah berbahagia, aku merasa semakin bodoh. Mengapa aku harus terus menunggu? bahkan hingga sejuta tulisanku tentangmu pun tidak akan mengembalikan apapun, termasuk sembuhnya luka yang kamu buat. Dan kini, datang laki-laki yang mau menggenggam tanganku erat tanpa melihat masa laluku. Tapi kamu masih kusembunyikan dari seluruh ceritaku padanya. Kenapa? Karna kamu yang paling menyakitkan. Aku ingin mengubur semua tentang kita, tak terkecuali tentang aku yang  masih berulang kali membukakan pintu untukmu datang dan membiarkanmu kembali pergi. Aku merasa amat sangat bodoh saat itu. Batinku berkecamuk, semalaman aku t...

Penerimaan yang tanpa bertanya

 Dear Monster Senjaku, Ketakutan yang selama ini kututupi darimu, kemarin akhirnya kamu ketahui. Dan hal yang membuatku lagi-lagi kagum padamu ialah caramu menerimaku. Penerimaan yang tanpa bertanya, hanya mendengarkan lalu sudah.  Caramu meyakinkanku bahwa semuanya tetap sama meski kenyataan baru telah kamu ketahui. Kamu memelukku dan menguatkanku dari ketakutan itu. Kamu selalu berujar bahwa masa lalumu sama buruknya dengan masa laluku, dan tidak ada yang perlu ditakutkan. Namun sebagai seorang perempuan, aku takut dengan pernyataan yang sudah banyak terjadi dikehidupan nyata. Yaitu; perempuan bisa menerima masa lalu seorang pria, tapi tidak semua pria bisa menerima masa lalu perempuannya. Mas, aku pernah hancur, keluar dari persembunyianku yang dulu nyatanya menguras tenaga dan mentalku. Hingga sampai detik ini.  Seseorang yang kuanggap mau menjadikanku rumah, tapi ternyata tidak ingin mengubah apapun selain tetap menjadikanku sebagai persinggahan. Aku pernah sebodoh i...