Dear laki-laki yang pernah meletakkanku dalam persembunyian,
Kamu tau, sejak aku memutuskan untuk pergi secara diam-diam dari tempat persembunyian yang kamu buat untuk kita, aku berjalan dengan sekuat tenagaku meski tertatih, mengembalikan mentalku yang hancur karena melihatmu kembali ke rumah tanpa pernah ingin menilikku dahulu.
Aku hampir menyerah...
Tapi melihatmu sudah berbahagia, aku merasa semakin bodoh. Mengapa aku harus terus menunggu? bahkan hingga sejuta tulisanku tentangmu pun tidak akan mengembalikan apapun, termasuk sembuhnya luka yang kamu buat.
Dan kini, datang laki-laki yang mau menggenggam tanganku erat tanpa melihat masa laluku. Tapi kamu masih kusembunyikan dari seluruh ceritaku padanya. Kenapa? Karna kamu yang paling menyakitkan.
Aku ingin mengubur semua tentang kita, tak terkecuali tentang aku yang masih berulang kali membukakan pintu untukmu datang dan membiarkanmu kembali pergi. Aku merasa amat sangat bodoh saat itu.
Batinku berkecamuk, semalaman aku tidak tidur, memikirkan bagaimana cara menjelaskannya pada dia. Membayangkan bagaimana responnya mendengar diriku yang sangat bodoh dan buruk dimasa lalu. Apakah dia bisa menerimanya atau malah melepaskanku. Aku takut.
Dan apa yang bisa kamu lakukan? Kamu disana tertawa bahagia bersama perempuan yang kamu sebut rumah. Sedangkan aku? aku berusaha agar laki-laki didepanku ini tetap bisa kupertahankan.
Tapi kamu tau? Laki-laki yang sejak semalam kutakutkan akan berubah pikiran setelah mendengar cerita tentang kita, ternyata malah menggenggam tanganku lebih erat, dia mendekapku, menenangkanku. Dan meyakinkanku bahwa tidak ada yang berubah, semua tetap sama.
Tapi setidaknya aku bisa bertemu dengan laki-laki tulus yang menerimaku apa adanya. Bukan sepertimu yang hanya meletakkanku sebagai persinggahan semata.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu