Untuk laki-laki yang dulu sering kuceritakan dalam tulisan,
Kini bukan lagi kamu yang terdefinisi indah dalam tulisanku, kamu hanyalah masa lalu yang menyakitkan, yang ingin kuhapus bersama kenangannya.
Lari dari persembunyian, tertatih mencari jalan pulang, terluka oleh duri omongan, dan pedih karena tidak adanya penerimaan. Kamu kira itu semua mudah?
Selepas kepergianmu kembali ke rumah, aku menangggungnya sendirian, tanpa pernah memohon untuk kamu kembali. Kusembuhkan mental yang telah kamu hancurkan berkali-kali.
Pelukanmu memang masih kuingat betul, sebagai yang pertama. Aku hampir frutasi ketika kamu tanpa berpamitan pergi, saat separuh nyawaku sudah kuberikan padamu sebagai lelaki.
Tapi apa yang kulakukan dulu? aku hanya membiarkanmu, tanpa meminta sedikitpun belas kasihan atau rasa cintamu yang dulu. Karena aku tau, ini bukan hanya salahmu, tapi aku juga; yang terlalu percaya bahwa kamu benar-benar mencintaiku seperti yang selalu kamu katakan.
Jika kamu tahu tulisan ini, kamu tak perlu kembali untuk menengadahkan tangan meraihku lagi.
Karena aku sudah menemukan laki-laki yang menerima seburuk apapun masa laluku, bahkan tentang apa yang pernah kita lakukan, yang amat sangat kubenci karena menceritakan padanya.
Ia tak pernah bertanya siapa kamu, bagaimana kamu merayuku, atau seperti apa kita dahulu. Ia tak pernah ingin tau tentangmu. Ia tak mau tau tentang bodohnya aku yang mau berada dalam persembunyianmu, membukakan pintu berkali-kali untukmu. Ia sebaik itu, kamu tau!
Lalu apa peranmu?
Kini peranmu hanyalah sebagai tulisan usang yang telah dimakan rayap. Dan aku harap, kamu tak perlu datang lagi. Tidak ada yang baik-baik saja dariku setelah kepergianmu, dan dengan kamu datang lagi akan memperburuk keadaan.
Lalu tentang masa lalunya?
Sama sepertinya, aku akan menerima apapun yang pernah terjadi dimasa lalunya. Bahkan ketika salah satu dari masa lalunya masih mengusik. Tidak ada yang menggoyahkanku sama sekali.
Aku sekarang mengerti definisi penerimaan yang sesungguhnya. Yaitu tentang saling mengikhlaskan dan melupakan. Aku dan dia tidak baik-baik saja setelah masa lalu kami lewati masing-masing. Tapi kami saling memperbaiki diri.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu