Dear Monster Senjaku,
Ketakutan yang selama ini kututupi darimu, kemarin akhirnya kamu ketahui. Dan hal yang membuatku lagi-lagi kagum padamu ialah caramu menerimaku. Penerimaan yang tanpa bertanya, hanya mendengarkan lalu sudah.
Caramu meyakinkanku bahwa semuanya tetap sama meski kenyataan baru telah kamu ketahui. Kamu memelukku dan menguatkanku dari ketakutan itu.
Kamu selalu berujar bahwa masa lalumu sama buruknya dengan masa laluku, dan tidak ada yang perlu ditakutkan.
Namun sebagai seorang perempuan, aku takut dengan pernyataan yang sudah banyak terjadi dikehidupan nyata. Yaitu; perempuan bisa menerima masa lalu seorang pria, tapi tidak semua pria bisa menerima masa lalu perempuannya.
Mas, aku pernah hancur, keluar dari persembunyianku yang dulu nyatanya menguras tenaga dan mentalku. Hingga sampai detik ini.
Seseorang yang kuanggap mau menjadikanku rumah, tapi ternyata tidak ingin mengubah apapun selain tetap menjadikanku sebagai persinggahan. Aku pernah sebodoh itu karena cinta, sefrustasi itu sampai rela tetap berada dipersembunyian.
Dulu aku menganggap hanya dia yang bisa menerima keadaanku, tapi ia tidak beda dengan laki-laki lainnya. Ia hanya memanfaatkan kelemahanku untuk tetap berada dipersembunyiannya.
Tapi Mas, aku tidak serta merta menyalahkannya, karena jika aku tidak membukakan pintu maka ia tidak akan bisa masuk. Aku menyambutnya dengan hangat saat itu, dengan tetap merasa keyakinanku tentangnya benar. Dia memang salah, tapi aku dan keadaan juga salah.
Jadi jika kamu merasa jijik melihatku yang murahan karena cinta, aku tidak apa-apa, Mas. Karena pada kenyataannya aku dulu memang sangat bodoh.
Namun lagi-lagi, caramu menerima masa laluku membuatku terharu. Tidak ada yang berubah darimu setelah mendengar kenyataan itu. Kamu tetap hangat dan menyenangkan seperti sebelum-sebelumnya.
Terima kasih, Monster Senjaku.
Hati-hati jika dari hasil merebut kebahagiaan orang lain mbk.
BalasHapusYang kau takuti diketahui status janda yg telah kau n kluarga kau sembunyikan.
BalasHapusJika memang kau perempuan baik² seharusnya jujur di awal mbk, bukan menipu begini.