Menanti, hanya itu yang bisa kulakukan selain merindukan siapapun yang kelak menjadikanku cahaya syurganya. Menantinya dalam bait doa dalam diamku, dan mencoba menelisik siapa gerangan sosok itu, yang masih begitu samar dan buram. Untuknya, yang masih jauh dan terlalu menyilaukan untuk bisa mendekat. Aku disini sudah istiqomah menantimu. Tapi rasanya Allah masih sangat merahasiakan keberadaanmu, Dia masih menyuruh kita untuk saling memperbaiki diri sampai akhirnya bertemu dengan jiwa yang saling melengkapi.
Menanti dengan rasa harap siapapun yang nanti akan dipertemukan denganku, ketika melihatku, dia akan menganggapku sebagai kunci dan jalannya untuk menuju syurga, semoga.
Tapi untuk dia yang masih jauh dan dirahasiakan oleh-Nya. Boleh aku meminta untuk hatinya selalu terjaga dari banyak wanita yang mencoba masuk kedalamnya, boleh aku bersikap sedikit egois? Karena aku ingin hanya ada aku dan Allah lah yang ada dihatinya, bukan wanita lain yang pernah singgah meski sebentar namun meninggalkan bekas yang jauh lebih indah dari bersamaku.
Semoga saja.
Untuknya yang kusebut NoName~
Tak bernama, dan masih dirahasiakan.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu