Aku meringkuk diatas kasur, memeluk guling yang terasa tidak nyaman seperti biasanya. Malam ini, setelah pertemuan itu. Aku tidak benar-benar terlelap, sesekali terbangun dan yang kuingat pertama kali adalah; ku akan kehilanganmu, hari bahagiamu sebentar lagi. Sedangkan aku masih bergulat dengan perasaan yang semakin hari, semakin melelahkan. Kegelisahan itu semakin menyeruak ketika ponselku bergetar, seseorang sedang menelpon. Di tengah malam. Siapa lagi, kalau bukan sosok pengantar tidurku selama ini. Ku lihat history panggilan, dan puluhan kali kamu coba menghubungiku, begitupun pesan yang kamu kirim melalui whatsapp. Begini kah caramu mencariku? Sedangkan kamu pernah bercerita, mati-matian kamu mencari kekasihmu yang tiba-tiba hilang karena tidak kunjung diberi kepastian olehmu. Mulai dari menghubungi teman-temannya, hingga datang kerumahnya, yang berujung kalian saling mengikat janji, dan dengan bahagia dia menyambutmu melingkarkan cincin dijari manisnya. Aku tida...
Jadilah senja yang masih terang, meski langit memaksa untuk redup.