Aku meringkuk diatas kasur, memeluk guling yang terasa tidak nyaman seperti biasanya.
Malam ini, setelah pertemuan itu. Aku tidak benar-benar terlelap, sesekali terbangun dan yang kuingat pertama kali adalah; ku akan kehilanganmu, hari bahagiamu sebentar lagi. Sedangkan aku masih bergulat dengan perasaan yang semakin hari, semakin melelahkan.
Kegelisahan itu semakin menyeruak ketika ponselku bergetar, seseorang sedang menelpon. Di tengah malam. Siapa lagi, kalau bukan sosok pengantar tidurku selama ini.
Ku lihat history panggilan, dan puluhan kali kamu coba menghubungiku, begitupun pesan yang kamu kirim melalui whatsapp.
Begini kah caramu mencariku? Sedangkan kamu pernah bercerita, mati-matian kamu mencari kekasihmu yang tiba-tiba hilang karena tidak kunjung diberi kepastian olehmu. Mulai dari menghubungi teman-temannya, hingga datang kerumahnya, yang berujung kalian saling mengikat janji, dan dengan bahagia dia menyambutmu melingkarkan cincin dijari manisnya.
Aku tidak pernah mengerti maksud dari semua ini, semua yang telah kita lakukan hingga saling sepakat memilih meletakkanku dalam persembunyian. Mengapa jika mencintainya, kamu mengajakku masuk hingga begitu dalam. Dan sekarang kamu membiarkanku sendirian keluar. Tanpa menuntunku, atau merangkulku. Aku sendiri.
Aku menutup mata sejenak, dan beranjak dari ranjang untuk mengambil air wudhu. Dalam malam-malam seperti ini, ku selalu menyebut namamu, selalu.
Namun yang berbeda, ketika dulu ku berharap memilikimu seutuhnya tanpa menyakiti siapapun, meminta Tuhan mempersatukan aku dan kamu tanpa ada lagi persembunyian, menjadikan sepasang kekasih halal, dan mendapatkan ketulusan cintamu.
Kini tidak, aku hanya meminta pada Tuhan agar mudah melepaskanmu, merelakanmu, dan mengikhlaskanmu. Melihatmu dengannya, membuat dadaku sangat sakit, dan aku lelah merasakannya. Aku ingin perasaan itu hilang tak berbekas, dan menjadi teman biasa seperti dulu sebelum kamu sembunyikan. Hanya itu inginku sekarang.
Aku lelah, menahan diri saat melihatmu, menekan rasa saat bersamamu.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu