Apa boleh aku bertanya?
Mengapa kamu senang disana? Dihati dan pikiran yang selalu rapuh karena rindu.
Berputar-putar layaknya jarum jam yang tak berhenti menemui tiap angka, dan hasilnya ribuan kali ia berputar, tetap saja ia akan menemui angka yang selalu sama dan tidak berubah.
Sejak kapan rindu ini mencuat?
Membombardir, dan menyebabkan resah yang berkepanjangan.
Aku tenang, jika kamu disini. Bersama senyum pelangimu, mata hujanmu, dan kalimat menenangkan seperti halnya senja.
Aku tenang, hingga aku terbuai dan larut. Mengedip beberapa kali untuk menormalkan pandanganku yang kabur karena embun bening.
Kamu datang. Dengan senyum dan mata yang ku rindukan.
Ku lihat tidak ada lagi sedih diwajahmu, seperti terakhir kali aku melihatmu pergi.
Yang kulihat sekarang, hanya rasa rindu. Rindu yang membuatmu kembali menemuiku, untuk kesekian kalinya kamu pergi.
Kenapa harus pergi?
Kenapa kamu tak mau menetap?
Apakah, aku akan selalu menjadi tempat singgahmu sebelum pulang?
Tetap hanya menjadi tempatmu berlari saat terluka karenanya?
Sebenarnya apakah rindu kita sama?
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu