Merindu yang tak berujung,
Pada siapa ku akan menghujung,
Jika yang kurindu pun tak kunjung.
Apa definisi rindu yang sesungguhnya?
Apakah seperti kulit yang tersilet namun tak berdarah? Atau kah seseorang yang berjalan didalam kabut, berputar-putar untuk menemukan jalan keluar? Atau kah seperti jam yang terus berdetak membentuk sebuah lingkaran?
Benar. Semuanya benar.
Atau mungkin bisa lebih dari itu semua.
Definisi rindu bermacam-macam. Dan memiliki takarannya masing-masing.
Rindu, seperti kulit yang tersilet namun tak berdarah.
Ada luka sebenarnya, ada lelah, ada cemas, dan ada juga khawatir yang berlebih. Namun manusia tidak bisa mengisyaratkannya secara langsung, apalagi makhluk pemalu dan naif yang disebut perempuan. Mereka hanya bisa memendam, menimbulkan luka, tapi terlalu hina baginya untuk mengatakan itu.
Rindu menyelimuti pikiran dan hatinya, namun untuk mengungkapkan adalah sebuah hal yang mustahil.
Rindu, seperti seseorang yang berjalan didalam kabut, dan tak menemukan jalan keluar.
Tersesat namanya. Bukan hanya dalam hutan. Bahkan kabut pun bisa membuat tersesat.
Sebuah embun yang menjadi gas, membuatnya menjadi kepulan putih dan menghalangi pandangan. Seharusnya bisa dengan mudah keluar, namun dia menyibukkan diri mencari jalan keluar dengan terus berputar-putar.
Begitupun rindu, sadar akan hal itu, tapi tetap saja mau tersesat, tetap saja mau rindu. Terdengar bodoh. Tapi tanyakan pada perindu? Apakah mereka sebodoh itu.
Terus bergelut dengan rasa rindunya, memaksanya terus berputar dan mencemooh pikirannya sendiri yang berusaha menolong.
Rindu, seperti jam yang terus berdetak membentuk sebuah lingkaran.
Sebuah bidang yang tak mempunyai ujung, juga hanya mempunyai diameter dan jari-jari.
Terus berputar, tanpa lelah dan mengeluh. Hingga pada akhirnya akan berhenti, yaitu ketika baterainya habis.
Begitupun rindu. Memang tak berujung. Tapi memiliki masa.
Mungkin akan selalu merindu, tapi ada masanya. Yaitu, ketika kamu datang dan mengobati rindu itu. Maka segala definisi rindu, akan habis tak berbekas.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu