Langkahku tak lagi menapaki jalanan yang terjal dan berkelok, kini fasenya aku berada diudara yang melambungkanku bersama luka yang satu persatu jatuh ke tanah. Terlihat darah bercucuran mulai mengering, burung-burung menyanyi merdu mengiringi aku yang semakin terbang makin tinggi.
Indah memang, namun rasa takutku semakin besar juga. Melihat kebawah yang kini rumah-rumah mulai terlihat hanya sekecil semut, terjatuh akan menghancurkan tubuhku seketika.
Aku memandang seseorang yang sedang merangkulku, yang tadi sempat menyembuhkan lukaku, ia berjanji akan membawaku ke tempat yang indah, yang hanya akan ada kebahagiaan disana.
Aku semakin takut akan harapan yang ia berikan, benar-benar nyata atau hanya ilusi?
Tuhan tidak pernah menyebutkan ada malaikat-Nya yang berbentuk manusia, namun kini aku sedang berhadapan dengannya. Siapa dia? masih menjadi pertanyaanku hingga sekarang.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu