Aku yang menutup rapat luka, mengiris juang, dan mematahkan langkah. Membuka deretan, untuk sebuah hal kecil; yaitu asa.
Memantik api bukan lagi harapan, hanya ingin mengarungi lautan untuk menuju palung terdalam.
Kamu datang tanpa sebab, saat aku masih berusaha bangun dari terjerembab.
Kamu mengulurkan tangan, seolah permukaan halus itu adalah bantuan.
Kamu mengeratkan rangkulan, seolah dari dadamu lah aku mendapatkan kehangatan.
Siapa kamu?
Berasal darimana?
Dan kenapa?
Setelah kedatangan, uluran tangan, rangkulan, kamu menutupnya dengan kepergian.
Meletakkan diriku lagi dikalimat pertama.
Dan kini semakin jauh lebih berat.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu