Pergilah, sebelum kamu menghadirkan rasa, dan sebelum kamu menancapkan luka.
Berjalan melewati kerikil tajam, duri melingkar, petir menyambar dapat kulakukan untuk meraih tangan yang ingin bersamaku. Tapi jika kamu tak sungguh, maka pergilah.
Sebelum semuanya sia-sia.
Bertahanlah, jika kamu enggan melukai, dan enggan menuang perih.
Jangan pernah menuangkan cuka, garam, dan perasan jeruk nipis pada lukaku yang belum mengering.
Jika kamu datang untuk menyembuhkan, maka bertahanlah.
Yakinkan aku sekali lagi, bahwa kamu bukanlah luka seperti yang kutakutkan.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu