Menunggumu datang butuh berpuluh abad sampai kamu ikhlas, percuma jika setiap hari kamu datang hanya dengan senyum culas.
Menggenggam tanganmu rasanya dingin dan kaku, seperti mayat hidup. Yah, aku bersama dengan seseorang yang menyebut dirinya manusia, sedangkan sebenarnya hanya tulang dibalut luka. Kamu masih meratapi duka masa lalu dengan menggenggam tanganku. Apa yang sedang kamu cari?
Apakah ini semua hanya drama belaka, yang kamu bentuk sedemikian sempurna? Seolah nampak kamu sedang melangkah kearahku, padahal sebenarnya kamu melangkah untuk melewatkanku. Begitu rupanya.
Tidak apa-apa, mari kugenggam tangan dinginmu. Anggap saja aku sedang berada dalam drama bersamamu, yang nantinya akan mendapat tepuk tangan dan sorak sorai penonton yang terkagum-kagum melihat kita. Tapi akan aku pastikan juga, kamu akan lupa bahwa seseorang yang kamu sebut teman peran, akan berubah menjadi sandaran.
Tak perlu lagi aku menunggu puluhan abad untuk menggenggam tanganmu dengan hangat, tapi perlu lagi aku melihat senyummu yang berat. Aku akan membawamu, hingga lupa bahwa ini hanyalah permainan.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu