Kutatap matamu, mencari arti dari semua yang terjadi selama ini; perhatianmu, rindumu, katamu, hingga bait tulisan dalam pesanmu. Sungguh adakah aku disana? Sepenting itukah aku dihidupmu selama ini? Dan pantaskah aku bertanya seperti itu.
Pada seseorang yang raganya sudah dimiliki orang lain.
Keterlaluan jika ku menginginkan ini lebih.
Menahanmu dalam perasaan ini.
Memintamu disini, dan membiarkannya menunggumu.
Menunggu seseorang yang sudah pasti untuknya.
Sedang aku? Menahan seseorang yang hanya sekejap dalam dekapan, lalu menghilang bersama rindumu padanya.
Boleh aku berharap?
Pada hal-hal yang mustahil sebenarnya.
Menggantikan semua luka diantara kita, menjadi bahagia yang tak terduga.
Andai bisa.
Aku hanya ingin pertemuan kita membuatmu senang, bukan bersenang-senang.
Dua kata yang hampir sama, tapi memiliki makna yang sangat berbeda.
Aku ingin menjadi alasanmu berbahagia, bukan alasanmu tertawa.
Karena terkadang tawa menjadi penyembunyi luka paling ulung.
Aku, pengharap yang mustahil.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu