Dari caramu memandangnya, ku tau itu rasa. Dan aku ingin memilikinya, aku mengharapkannya, aku menginginkannya. Tapi ku tak bisa berbuat lebih, selain memperhatikanmu dari kejauhan, ikut tersenyum ketika lengkungan indah muncul dibibirmu. Bukan aku disana, yang membuatmu tersenyum simpul dan begitu manis. Bukan aku disana, yang menyuarakan lelucon hingga terdengar gelak tawamu. Bukan aku disana, yang melihat jelas mata teduhmu. Bukan aku. Aku hanya berdiam diri. Tanpa pernah ingin maju dan menghampiri. Aku terlalu takut, ketika ku menyuarakan perasaanku, kamu menjauh dan tak menghiraukan. Rasa ini sangat dalam, tapi kuhanya bisa diam. Bisaku hanya menyebutmu dalam sepertiga malam.
Jadilah senja yang masih terang, meski langit memaksa untuk redup.