Merindumu bak renung yang berkabung,
Hanya menyisakan ruang yang terkarung.
Tak lebih luas dari sekelumpit jari yang menggenggam,
Tak mampu bergerak meski terus coba meredam.
Padanya yang membuat kunang tak benderang,
Akankah ruang masih tetap terkarung.
Ingin rasa mencuri jarak,
Agar tak ada lagi yang berserak.
Rasa ini,
Hati ini,
Jiwa ini,
Dan cinta ini.
Pada siapa, jika bukan padanya.
Ruang semakin menyempit,
Seperti zona yang hanya sekelumpit.
Entah, pada ruang atau jarak,
Bolehkah ku pinta satu saja.
Agar tak berserak,
Satukan kita yang berharap saling bersama.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu