Sejauh ini kaki melangkah, yang ada dan selalu ini nyatanya adalah aku, perempuan yang kamu sembunyikan.
Bukan enggan meminta kepastian, tapi aku tak punya hak untuk hal itu.
Hari ini, kamu berulang tahun. Seperti tahun kemarin, aku mencari cara agar bisa merayakannya, berusaha sendirian, tanpa bantuan siapapun. Memikirkan konsep sederhana tapi berkesan bagimu.
Kamu masuk dalam ruangan, tidak ada tulisan selamat ulang tahun, ataupun balon-balon seperti yang dilakukan oleh kekasihmu. Aku hanya menyiapkan kue kecil dan lilin, disana hanya ada aku dan kamu. Sembari membawa kue kecil tersebut, aku mengucapkan selamat, disana aku melihat senyum mengembang dengan sempurna.
"Kamu mengingatnya?" Tanyanya dengan mengelus lembut pipiku. Matanya nanar. "Dan kamu menyiapkannya sendiri?"
"Siapa yang mau membantuku?" Tanyaku balik. Tidak ada, jawabku sendiri. Tidak ada yang mau membantuku. Bukannya membantu, mereka malah akan mempertanyakan statusku apa, dan ada hak apa aku merayakan ulang tahunmu. "Ayo make a wish." Aku tidak mau memperpanjang persoalan itu. Karena tidak akan ada habisnya.
"Seperti sebelum-sebelumnya, aku selalu meminta kita dipersatukan, entah bagaimana pun caranya. Aku selalu mencintaimu, selalu." Ucapnya, yang seharusnya diucapkan dalam hati, tidak secara terang-terangan seperti ini, yang buat pipiku memerah, dan sinkron airmataku hendak terjatuh, antara ingin menangisi keadaan ini, juga bahagia telah kamu cintai.
Kamu mengambil kue ditanganku, meletakkannya dimeja yang ada diseberang. Lalu kembali kearahku. Menatapku dengan sendu, jemarimu menjelajah dipipiku, "Terimakasih." Ucapmu sembari semakin mendekat, dan tak lama bibir itu mengecup keningku. Menyalurkan kehangatan yang membuatku merasakan kenyamanan. Tidak lama kemudian tubuh tegap itu mendekap, seakan mengisyaratkan melarangku untuk pergi.
Airmataku jatuh satu persatu, "Jangan tinggalin aku." Ucapku lirih.
"Aku yang harusnya bilang seperti itu. Jangan pernah tinggalin aku." Ucapnya semakin mengeratkan pelukan.
Pelukan yang selalu kurindukan.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu