Ayo kemari, kita duduk santai,
Menyecap kopi sembari bercerita tentang yang sudah-sudah.
Berceritalah tentangmu, yang kemarin tak menyapaku sama sekali.
Yang memalingkan wajah hanya untuk melukaiku.
Mengapa kamu melakukan itu?
Seolah masih berpura-pura, kamu tetap tak bisa menolak.
Rasamu, bukan gula yang mencair ketika diaduk,
Rasamu, bukan coklat yang habis ketika dilumat,
Rasamu, bukan duri yang tumpul ketika dipatahkan,
Rasamu jauh lebih dari itu. Yang tidak hilang hanya dengan jentikan jari.
Kamu bisa berbohong, tapi matamu selalu jujur kala melihatku.
Kamu jangan menghilang, biar aku yang pergi jika menurutmu itu jauh lebih baik.
Dan bila kamu berubah pikiran, cari aku dilubuk hatimu, maka kamu akan menemukanku disana.
Karena nyatanya, aku tidak bisa hilang dari hidupmu, begitupun kamu dihidupku.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu