Aku adalah apa yang kamu pikirkan dan katakan.
Karakter, sifat, dan sikapku semua tergantung pandanganmu.
Aku tidak bisa memaksa kamu untuk paham dan setuju,
Persepsi tentangku adalah hakmu. Ekspektasi mengenaiku adalah kuasamu. Aku tidak akan menuntut kamu untuk percaya dan bersikukuh.
Karena aku tetaplah apa yang ada dikalimat pertama.
Meski kugambar sesempurna apa diri ini disebuah kertas, seni tetap tidak mempunyai nilai sempurna.
Jika kamu terus menciptakan persepsi terhadapku sesuai dengan ekspektasimu, mungkin saja aku bisa, tapi jika tidak, bukan mundur, tapi aku akan berhenti. Memberimu jeda untuk memperbaiki segalanya, sebelum aku benar-benar lelah.
Pergi atau bertahan, tetap menjadi hak dan kuasamu sepenuhnya.
Sabtu, 17 Oktober 2020
Umi Masrifah
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu