Sempat mengira segala yang disemogakan olehmu adalah aku.
Sempat menarik senyum mendengarmu berkhayal indahnya hidup berdua ditengah desa, yang setiap pagi membuka jendela dan menghirup udara segar, dan memandang hijaunya padi dengan sebulir air, bekas hujan semalam.
Yang tidak kusadar adalah kata "berdua", yang memiliki arti berbeda bagiku dan bagimu.
Setelah semuanya berlalu, wajar aku menyebut kata "berdua" adalah aku dan kamu.
Tapi, bisa saja "berdua" menurutmu bukanlah aku dan kamu, melainkan kamu dengannya.
Tidak, kamu tidak salah. Aku yang salah, telah mengartikan semuanya berkesan, padahal sebenarnya hal biasa bagimu.
Tak mengapa kamu pergi dan datang, asal beri pelakat bahwa yang kamu lakukan hanyalah hal biasa, bukan istimewa seperti yang ku kira.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu