Jarak yang kusebut harapan itu, menjadi bentangan jika dihitung. Ada banyak harapan, dan salah satunya bisa bersamamu, meski mustahil.
Ya, bersamamu ternyata masih menjadi topik dalam rapalan doa sepertiga malamku.
Meski kita terlihat begitu dekat, nyatanya banyak perbedaan yang seketika langsung memisahkan. Menjadi hamparan duka dari harapan. Tapi tak mengapa, aku masih bersikeras mengatakan ketidakmungkinan itu akan berubah. Aku percaya hal-hal yang mematahkan, juga bisa menumbuhkan. Aku percaya bahwa segalanya tidak ada yang mustahil.
Jadi, aku masih bersikeras, meski aku tau bukan hal mudah untuk terus menetap dalam keadaan terluka.
Selamat malam, bagi siapapun yang masih berjuang untuk bersamanya. Ingatlah tidak ada yang patah, jika bukan untuk tumbuh.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu