Kali ini, seluruh hal tentangmu menjadi sangat menyebalkan-
Tapi setitik manis membuatmu sangat mengesankan.
Terimakasih untuk secuil bahagia, yang banyak dukanya.
Tidak ada yang baik-baik saja setelah ini, setelah kamu kembali ke rumah. Tapi, aku menjadi penyabar untuk menanti pertemuan itu lagi. Yang kutau, akan mengucurkan banyak cuka diatas luka, namun aku seperti acuh dan kebal.
Kamu yang dalam sekali waktu mampu membuatku bersedih sekaligus bahagia. Yang tadinya menangis karnamu, menjadi tertawa karnamu juga. Aku sampai merasa seperti bayi yang lelap dalam tidurnya. Entah sampai kapan ini semua.
Yang kutau, kamu terus berjanji, hingga dinding yang kubuat menghitung sudah roboh oleh banyaknya goresan. Seolah hal biasa bagimu mengucap janji, untuk diingkari.
Rangkullah aku sejenak malam ini, kuarkan rindu yang membuatmu terlihat sangat menyebalkan.
Aku membencimu, tapi untuk melakukannya aku tidak bisa. Aku masih meraih tanganmu untuk melangkah,
Aku masih menyambut peluk hangatmu,
Aku masih menganggap bahwa senyummu tulus untukku.
Semenyebalkan itu kamu bagiku.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu