Dia sosok yang sedang selalu membuat senyum dihari-hariku. Entah itu dengan tingkahnya, kata-katanya atau ketikan disetiap pesannya.
Dia cowok super peka. Paling bisa bikin ketawa. Dan semuanyaa.
Terasa dia yang membuat hari-hariku sesempurna mungkin.
Entahlah, aku begitu bahagia mempunyainya. Nyaman didekatnya. Tak mau berpaling darinya.
Semoga dia pun juga seperti itu merasakan kenyaman saat saling bersama, semoga. Semoga dia selalu jadikan aku satu-satunya yang ada dihatinya, tak menghiraukan banyak cewek cantik diluar sana yang mencari perhatiannya, semoga.
Berjanjilah setia denganku, redamlah egois kita masing-masing.
Aku menatap langit-langit ruangan bernuansa putih bersekat gorden hijau khasnya. Menikmati proses sembari menunggumu yang sedang diluar mengurus segala macam tetek bengek administrasi. Aku tidak tau bagaimana perasaanmu, Mas. Tapi yang jelas aku disini membutuhkanmu segera, untuk melewati segala proses ini. Karena entah kenapa; aku tiba-tiba merasa terlalu takut untuk sendirian. Banyak sekali gambaran diatas sana tentang proses selanjutnya, yang aku tidak bisa memastikan berakhir seperti apa kondisiku nanti. Krek Mataku langsung tertuju kearah pintu yang terbuka, sesuai harapanku; kamu benar-benar sudah datang menyelesaikan urusanmu, Mas. Yang pertama kali kulihat adalah senyuman, meski wajahmu tidak bisa berbohong ada kekhawatiran disana. "Gapapa, pokoknya yang terbaik buat kamu dan anak kita." Ucapnya langsung setelah menghampiriku yang terbaring diatas ranjang, dengan jarum infus terpasang dilengan kananku. Yah, hari ini sudah lewat dari masa perkiraan aku melahirk...
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu