Dia bukan laki-laki yang tampan, bukan juga orang yang memiliki banyak harta. Dia hanya laki-laki sederhana yang begitu setia mencintai istrinya, menyayangi anaknya. Iya, dia ayah. Ayahku. Ayah terhebatku.
Dia yang mengajariku arti sebuah kesabaran, memaafkan dan tak membalas perbuatan orang yang jahat.
Dia ayahku.
Aku bangga memiliki ayah seperti dia.
Tidak ada laki-laki teromantis didunia kecuali dia. Dia yang rela berkorban hanya untuk keluarga dan anak-anaknya.
Ayah yang tak pernah bosan bekerja membanting tulang untuk keluarganya. Ayah yang selalu bersyukur ketika pulang bekerja dan bisa berkumpul dengan keluarga kecilnya ini.
Dan aku rindu saat-saat seperti itu.
Aku rindu sosokmu.
Sosok yang tak pernah! Tak pernah mengeluh. Yang selalu menghiasi hari-harinya dengan senyuman kecilnya. Kecil, namun begitu berarti bagi yang menikmatinya.
Dan yang paling aku suka darinya adalah kesabaran, ketulusan memberi, dan memaafkan. Dia orang yang paling lihai dalam semua itu, bahkan aku saja tak yakin bisa melakukannya.
Ayah, anakmu ini begitu rindu suaramu. Begitu rindu pelukanmu. Begitu rindu manjaanmu.
Yah tenang disurga ya, i will always love you :)
Tulisan kecil dari anak manja untuk ayah yang sangat dicintai dan dirindukan.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu