Tawa itu. tak pernah ada bosannya melihat tawa itu, Tawa yang aku abadikan secara diam-diam saat dia sedang tertawa bahagia.
Dia, iya dia. Dia lagi.
Dia mempunyai senyum yang setiap kali melihatnya membuat ketagihan untuk melihatnya lagi. Aah sudah seperti narkoba saja, bikin kecanduan haha. Memang.
Memang aku kecanduan senyumnya.
Setengah lingkaran dibawah hidung yang senantiasa selalu hadir ketika melihatku. Membuat aku merasa berarti dimatanya, membuat aku merasa bahwa aku adalah hal yang bisa membuatnya tersenyum tanpa sebab. Dan aku suka melihatnya tersenyum.
Dan aku paling benci ketika melihat senyumnya hilang, dan berubah menjadi datar. Iya, ketika dia sedang marah. Dan sangat sulit untuk mengembalikan senyumnya itu.
Aku harus berhati-hati, aku harus bisa menjaga perasaannya. Karena tak mudah mendapatkan senyum itu darinya. Dan aku tak mau senyum itu diberikan kewanita lain kecuali aku. Aku tak mau ada wanita lain yang membuat setengah lingkaran itu mengembang tanpa sebab.
Itu yang aku takutkan. Takut ketika harus kehilangan senyum itu. Senyum yang sangat aku kagumi.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu