Mereka begitu pandai memakai topeng sampai aku tak mengenali mereka. Hhh. Begitu pandainya mereka bermain drama sampai aku menganggap semua hal bersama mereka itu sangat menyenangkan. Hhh. Ataukah aku yang begitu bodohnya, tak bisa melihat orang yang memakai topeng dan sedang menyusun skenario untuk berteman denganku.
Iya, kecewa. Entah apakah aku bisa berpura-pura tersenyum didepan mereka yang sangat lihai memakai topeng itu, apakah aku mampu menyembunyikan kemarahan, kekecewaanku didepan mereka.
Aku hanya orang biasa yang sangat sangat banyak salah, yang sedang mereka cari kesalahan itu dan mereka buat sebagai bahan perbincangan dn gunjingan. Hhh.
Aku sangat berterimakasih padamu wahai Allah yang selalu menunjukan kebenaran, engkau telah buktikan permintaan doaku. Engkau tunjukkan orang-orang yang bermuka dua, dan ternyata begitu banyak disekelilingku. Mereka begitu baik didepanku, memuja-muja hubunganku, seakan mereka ikut sangat bahagia. Tapi dibelakangku? Ya allah mereka sangat antusias membicarakanku, seakan-akan aku bahan pembicaraan yang menarik untuk mereka olok-olok.
Aku hanyaa anak ibu dan ayah yang sangat cengeng, yang setiap masalah selalu aku tangisi, yang dengan senang hati, dengan kekonyolanku ingin menghibur orang disekelilingku. Tapi Apa aku masih bisa berbaik hati dengan mereka? Apa aku harus seperti mereka pula. Yang bisa berbaik hati didepan tapi dibelakang dengan gemarnya menggunjing. Tidak, maaf didalam keluargaku tak pernah mengajarkan hal seperti itu. Sebisa mungkin aku memaafkan mereka, tapi kali ini aku benar-benar kecewa, aku dikelilingi orang-orang yang sedang bermain drama. Bahkan aku takut harus masuk ditengah-tengah mereka, aku takut berbicara dengan mereka, aku takut setiap omonganku direkam dalam otak mereka masing-masing.
Ya Allah, tapi dengan adanya mereka aku bisa mengetahui siapa yang dengan naturalnya berteman tanpa memakai topeng didepanku. Aku bersyukur memiliki sahabat yang tak pernah memuji-mujiku, memuji hubunganku didepanku. Bahkan saling olok mengolok. Tapi dibelakangku mereka tak pernah melakukan itu, mereka selalu mempunyai hal-hal baik yang diceritakan kepada orang lain. Aku begitu bersyukur memiliki mereka, sahabatku. Disaat banyak teman yang memakai topeng cantik tampan manis baiknya didepanku, tapi mereka dengan wajah naturalnya datang.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu