Begini, kau salah jika mengatakan aku sudah melupakanmu, itu persepsi yang salah bila diperuntukan untuk aku yang buktinya masih sangat sulit melupakanmu, gadis masalaluku. Kau mengatakan itu karena kau tidak pernah tau susahnya menjadi aku. Membiarkan semuanya mengalir katamu? Itu masih sulit aku mengerti, membiarkan mengalir seperti apa? Menggantung seperti itukah? Apa kau masih takut dengan masalalumu yang mengecewakanmu dulu? Aku minta maaf. Tapi ternyata sikapku sekarang menyakitimu, membuatmu semakin kecewa dan berpresepsi lebih tentangku yang kau anggap sudah melupakanmu. Tapi perlu kau tahu, aku tidak semudah itu melupakanmu! Layaknya yang kau bilang. Meski aku sedang dikota baru, berkumpul dengan teman-trman baru, lingkungan baru, dan hari baru, nyatanya ada masalalu yang belum tuntas yang masih sangat terbayang. Oh ya, kalimat awalmu yang 'menjadi teman'. Aku masih bingung tentang hal itu, apa rasa yang dulu berakhir sebatas kalimat itu? Hanya teman? Lalu bagaiman...
Jadilah senja yang masih terang, meski langit memaksa untuk redup.