Kau didepan sana, dengan senyum yang terus mengembang tak henti-henti. Matamu tak lagi membeku, kini yang ada hanya mata hujan yang meneduhkan, yang membuat siapapun yang memandangnya akan ikut terhanyut dalam rintiknya.
Kau disana bersama masa lalumu, masa lalu yang pernah membuat kehidupanmu membatu tak berasa, yang membuat mata itu bertahun-tahun tak menampakkan keindahannya, yang ada hanya kehampaan. Namun sekarang yang kulihat semua terasa kembali, seiring dengan kedatangan masalalu yang masih tetap kau rindukan.
Apa kau tahu aku sekarang sedang berdiri memperhatikan kalian berdua? Memperhatikan kalian yang sedang bersenda gurau dengan tawa yang lepas. Selama ini yang kuharap adalah bisa mengajakmu tertawa bersama seperti itu, melihat setiap lengkungan senyum yang tak segan-segan untuk kau tunjukkan, namun nyatanya sampai sekarang aku tak pernah melihat dan merasakan itu, tentu hanya saat bersamaku. Yaa, jangan salahkan aku yang terus menyalahi keadaan. Karena memang aku bukan alasan disetiap tawamu, karena yang menjadi alasan hanya sosok masalalumu yang begitu spesial, yang sekarang sudah ada disampingmu.
Bahkan status kita sekarang tidak ada apa-apanya dengan statusmu dulu dengan dia. Aku dan kau sama sekali tak ada yang istimewa, yang ada hanya hambar.
Lalu untuk apa ini terjadi? Untuk apa kata-kata itu terucap? Untuk apa?
Untuk menghancurkanku? Karena sudah berhasil kau bodohi, dengan kau kembali pada masalalumu itu?.
Bagaimana dengan gadis itu yang tiba-tiba muncul dan mengambil posisiku? Apa dia yang bersekongkol denganmu? Atau malah akan menghancurkan kita berdua yang sama-sama bodoh. Kau, bodoh karena masih mengharapkan masalalu yang menyakitimu, yang meninggalkanmu begitu saja. Dan aku, yang bodoh karena berharap dengan seseorang yang masih mengharapkan masalalunya.
Atau malah gadis itu yang bodoh, yang mencoba menyelip dikehidupan barumu.
Aku tidak sakit, aku hanya kecewa. Karena memang nyatanya masalalumu masih terus menghantui kehidupanmu dengan janji keindahan. Dan aku hanya segelintir hidupmu yang bisa saja kau sentil setelah datang masalalu yang sangat kau rindukan.
#ceritaberpart #ceritanyesek #fiksi
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu