Dia bukan laki-laki yang tampan, bukan juga orang yang memiliki banyak harta. Dia hanya laki-laki sederhana yang begitu setia mencintai istrinya, menyayangi anaknya. Iya, dia ayah. Ayahku. Ayah terhebatku..
Dia yang mengajariku arti sebuah kesabaran, memaafkan dan tak membalas perbuatan orang yang jahat.
Dia ayahku.
Aku bangga memiliki ayah seperti dia.
Tidak ada laki-laki teromantis didunia kecuali dia. Dia yang rela berkorban hanya untuk keluarga dan anak-anaknya.
Ayah yang tak pernah bosan bekerja membanting tulang untuk keluarganya. Ayah yang selalu bersyukur ketika pulang bekerja dan bisa berkumpul dengan keluarga kecilnya ini.
Dan aku rindu saat-saat seperti itu.
Aku rindu sosokmu.
Sosok yang tak pernah! Tak pernah mengeluh. Yang selalu menghiasi hari-harinya dengan senyuman kecilnya. Senyuman kecil penutup rasa lelahnya. Kecil, namun begitu berarti bagi yang menikmatinya.
Dan yang paling aku suka darinya adalah kesabaran, ketulusan memberi, dan memaafkan. Dia orang yang paling lihai dalam semua itu, bahkan aku saja tak yakin bisa melakukannya. Sampai sekarang aku masih belajar menjadi sepertinya.
Ayah, anakmu ini begitu rindu suaramu. Begitu rindu pelukanmu. Begitu rindu manjaanmu.
Rindu waktu yang pernah kita lalui bersama-sama, rindu canda jenakamu, rindu kecup hangat dikeningku.
Ayah, tenang disurga Allah ya.
Aku yakin, Allah memberi tempat yang paling indah disurganya untukmu. Aku yakin Allah memberi nikmat surga untuk hambanya yang sesabar dan sebaik kau Ayah. Aku yakin.
Yah, i will always love you :)
Tulisan kecil dari anak manja untuk ayahnya yang sangat dicintai dan dirindukan.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu