Hanya orang jahat yang datang dikehidupan orang lain, mengacaukan semua kebahagian itu, kebahagian yang susah payah dijaga oleh dua hati. Namun tamu yang tak mempunyai rasa, datang begitu saja tanpa menghiraukan ada satu hati yang tersakiti nantinya.
Tamu tidak akan hadir jika tidak dipersilahkan oleh tuan rumahnya. Ya, tuan rumah yang salah. Tapi apakah tamu tidak salah? Hanya dua alasan tamu salah atau tidak, yaitu untuk kebaikan atau keburukan. Jika untuk kebaikan, dia tidak akan menghancurkan kehidupan sang tuan rumah, tapi jika memang dari awal berniat buruk, dengan segala cara dia akan melakukannya agar hancur kehidupan orang itu. Jadi, jangan salahkan tuan rumah jika tamu hadir dari awal untuk mengacaukan kebahagian tuan rumah dengan pasangannya. Tuan rumah hanya perlu selektif dan berfikir panjang. Niat baik atau burukkah sang tamu.
Entah, perumpamaan tadi tepat atau tidak. Tapi seseorang yang jahat dan tidak punya hati, tidak menghiraukan kebahagian orang lain yang dijaga sejak dulu. Dia hanya ingin mendapatkan apa yang dia inginkan.
Merelakan kebahagian yang dulu, hanya untuk merebut kebahagian orang lain. Dia tidak pernah sadar, dulu dia sudah sangat sangat bahagia, oh mungkin tidak. Karena yang dia fikirkan hanya untuk kebahagiaannya sendiri, yaitu dengan cara merebut kebahagiaan orang lain.
Tapi apakah dia tidak pernah mencoba menilik masa lalunya, bahwa ada yang sebenarnya membuat bahagia tapi malah lebih memilih hal yang tidak membuatnya bahagia. Ya seperti itulah.
Manusia tidak ada yang sempurna, semua jauh dari kata itu. Tapi setidaknya manusia bisa memperbaiki diri. Mensyukuri apa yang sudah diberikan, karena apa yang sudah diberikan oleh Allah adalah sebaik-baiknya. Bukan mencari yang lebih, tapi hanya membuatnya menjadi orang yang jahat.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu