Ternyata aku dan kau sudah sangat jauh ya, sampai-sampai aku tidak lagi bisa berharap melihatmu. Jarakmu sekarang sudah sangat jauh, dan aku yakin kau sudah sibuk ditempat barumu itu.
Aku tadi tidak sengaja lewat jalan kerumahmu, tiba-tiba ada rasa harap kau dan aku berjumpa meski sekilas. Kau tahu tidak? Tadi aku begitu antusias untuk melihat setiap sisi jalan, berharap mataku menemukan sosokmu. Tapi nyatanya disepanjang jalan aku tak menemukanmu, tidak ada sosok yang sedang aku cari.
Dan kini aku baru sadar bahwa kau tidak ada lagi dikota ini. Ya, semoga kau baik-baik saja dikota barumu. Aku tahu sekali kau orang yang mudah bergaul, dan aku yakin disana kau juga sudah menemukan banyak teman, semoga temanmu baik-baik ya, yang bisa jaga dirimu dan mengajakmu dalam hal yang lebih baik. Semoga disana kau juga menjadi lebih baik dan mendapatkan yang lebih baik pula.
Semoga disana juga kau bisa melupakan semua, semua yang pernah saling tersakiti. Semoga lupa dengan seseorang yang pernah membuatmu kesal karena sifatnya, yang membuatmu marah dan benci karena tingkahnya, dan yang membuatmu masih bertahan karena mencintainya.
Semoga kau cepat lupa ya, ya hitung-hitung balasan atas rasa kesalmu karena aku pergi tanpa alasan, yaa aku. Aku yang membuatmu marah, kesal, dan benci, maaf aku tidak bermaksud. Maaf karena semuanya begitu kacau untuk saat ini, maaf karena kembali 'belum' sebuah pilihan.
Ya, aku sadar ternyata tidak mudah melupakan, tidak mudah merubah rasa yang dulu tidak biasa menjadi biasa. Tidak semudah mengubah nasi menjadi bubur. Seberusaha bagaimanapun, tetap saja sama hasilnya.
Biarkan kau mulai lupa dan aku tidak. Mungkin disana, hal baru akan mempermudah untuk kau belajar melupa.
Melupakan tidak semudah yang aku fikirkan.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu