Ketika pundak yang menjadi sesuatu ternyaman dimalammu ini, laki-laki ini rela meski harus menopangnya.
Laki-laki yang kali pertama bertemu, telah jatuh dan tak dapat bangun meski dengan merangkak.
Laki-laki ini meminta maaf, jika dengan mempersilahkanmu, menjadi hal menyakitkan hingga saat ini.
Siapa yang tidak mau membuka, ketika seseorang yang diharap ada didepan pintu?
Bahkan ketika logika berteriak jangan, hati memberontak seolah dia lah yang punya keputusan.
Laki-laki ini enggan pergi dan ingin menetap, tapi seseorang dari masa lalu menyeret hingga melepas pelukan, dan membangunkanmu dari pundak ini.
Lantas kamu malah beringsut, mencengkram lenganku untuk tak pergi.
Sejatuh ini kah kita?
Dan laki-laki ini hanya bisa menatapmu sedih.
Ketika kamu yang datang di akhir, ketika ku telah bersama orang di masa lalu.
😢😢
BalasHapus