Sungguh, kita sangatlah jauh. Dari sebuah jarak merembet ke segala hal.
Kenapa selalu egois sih? Kenapa harus hal itu yang menjadi dinding besar yang tak kasat mata diantara kita? Kenapa?
Katamu kita bisa menjadi satu, namun nyatanya hanya omong belaka yang entah kapan akan tercapai.
Atau memang sudah ditakdirkan seperti ini?
Jika ditanya "apa kau masih menyayanginya?" kita saling menutupi apa yang sebenarnya, memilih untuk menggeleng atau diam. Padahal dihatinya, sampai kapanpun tetap sama. Oh ya?
Atau aku yang terlalu jauh berharap akan kembali seperti dulu, seperti sebelumnya? Yang hanya sebuah jarak tidak menjadi masalah untuk kita. Namun, kini hal itu seperti bongkahan besar yang hidup dalam diri kita.
Apa aku yang terlalu jauh berfikir, bahwa ini akan kembali sama seperti dulu. Bahwa tidak ada yang penting, selain saling mengabari.
Tuhan, jika iya, boleh aku menjauh? Bukan untuk apa-apa, bukan karena siapa-siapa, tapi rasanya keegoisan diri kita tetap sama, tidak berubah.
Jangan jadikanku pengharap dari ciptaan-Mu, jadikan aku pengharap hanya PadaMu.
Karena segala Dzat hanya PadaMu.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu