Bukannya pergi tanpa alasan, bukan juga tidak lagi punya rasa. Tapi sepertinya pergi adalah pilihan yang baik, baik untukmu. Kenapa? Sudah tahu bukan, karena jarak sangat berperan andil dalam hidupmu, dan sekarang jarakmu semakin jauh, jauh tak terlihat. Coba bayangkan, kita nanti akan jadi apa.
Rasanya jika akan dijalani lagi, semua yang dulu tetap akan sama. Sama tak berubah.
Seperti keledai yang jatuh disebuah lubang, untuk kedua kalinya, jika keledai hanya memakai hati tanpa melogikakan, lubang siap menjatuhkannya lagi, tapi coba kalau keledai itu memakai logikanya, menilik hatinya dulu sepedih apa rasanya terjatuh, mungkin dia akan menghindar dari lubang, dan tidak terjatuh untuk kedua kalinya.
Ya, hanya mencoba menilik hati yang dulu begitu rapuh. Semua terasa menyakitkan karena sebuah pengorbanan tak dihargai, juga merasa diriku bukan diriku.
Bukan untuk menghakimimu atas masalalu, tapi rasanya sikap dewasa saja tidak akan merubah keegoisan diri. Yang terjadi dulu dengan orang yang sama mungkin akan terulang lagi.
Bukan sebuah tujuan pergi tanpa alasan, tapi rasanya kau hanya menginginkan semua seperti dulu, tidak mau mendengarkanku. Lalu aku harus seperti apa? Aku tidak lagi mau serapuh dulu, tapi aku juga tidak mau dapat sifat dinginmu.
Mungkin pergi tanpa menjelaskan apa-apa adalah pilihan, karena aku sendiri tidak tahu apa aku sanggup.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu