Maaf, jika ini membuatmu bingung,
Jika ini membuatmu muak, jika ini membuatmu kesal, jika ini membuatmu kecewa,
Dan jika semua ini menyakitimu.
Aku sadar, aku bukan permata yang indah, bukan pula bidadari cantik, yang dengan sesuka hati memaksakan kehendak tanpa ada yang mau membantah. Aku hanya perempuan yang tak tau malu, menginginkan hal berlebih tentang apa yang aku anggap baik untuk kita, dan memaksakannya pada kita, membuatmu harus bersedia menurutinya. Meski satu kata bentuk kekecewaan tidak pernah kamu utarakan, namun aku bisa merasakan hal itu, sampai kapan kamu akan menyembunyikannya dariku.
Entah kenapa, aku tiba-tiba ingin meminta maaf padamu, selama ini aku banyak mau, menuntut hal yang sebenarnya memberatkanmu, menjadikan keputusanku sebagai keputusanmu juga, padahal belum tentu kamu menyetujuinya. Aku tau kamu melakukan itu semua karenaku, rasa itu sangat berlebih, aku pun begitu.
Tapi kenapa aku seegois ini, semunafik ini, yang tidak tau bagaimana hatinya yang sebenarnya. Aku minta maaf atas semuanya, atas luka yang tak sengaja aku torehkan tanpa kusadari sudah menyakitimu. Apalagi kejadian yang kurutuki karena kesalahanku, kesalahan yang membawaku sampai saat ini tak tenang.
Selain maaf, aku ingin berterimakasih juga padamu, atas luasnya rasamu, sabarmu, juga hatimu, siapapun yang akan melewati kejadian itu mungkin akan memutuskan pergi sejauh-jauhnya, mengenyahkanku dan menghapus rasanya secepat mungkin tanpa tersisa. Tapi kamu tidak, kamu menetap meski rasa kecewa masih menyelimutimu, kamu meluaskan hati untuk membuka maaf dan tetap mau menerima keputusanku yang mungkin tidak sesuai keinginanmu.
Kamu, terjelma dari monster senja yang kuharapkan mengalir bersama dan berujung ditempat yang sama.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu