Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2015

Percuma saja

Kau begitu mahir menghempaskanku dalam luka. Rani masih menangis dipelukan sahabatnya gina, dia masih terus meyakinkan dirinya bahwa tidak akan ada apa-apa dengan hubungannya bersama vino. Iya, vino orang sekarang sedang dia perjuangkan mati-matian namun tidak ada balasan malah sebaliknya, acuh dan tak ingin tau. Rani masih berusaha menghubungi vino, berkali-kali, beratus kali bahkan tak terhitung. Namun tidak ada balasan sama sekali, Tidaak. Dan hal yang masih menjadi pertanyaan dihati dan otaknya adalah kenapa dia berubah. Rani tidak pernah melakukan hal yang menyakitinya, bahkan dia rela menjauh dari teman laki-lakinya yang membuat vino cemburu. Lalu dimana letak kesalahannya? Dimana hal yang membuatnya begitu benci pada rani? Rani yang masih menjadi kekasihnya, rani yang masih ada setiap hari untuk menghubunginya meski tidak pernah dihiraukan. "Sudahlah ran, kamu masih mau bertahan kalok sudah kayak gini? Dia tidak peduli sama sekali denganmu. Bahkan dengan kondisimu yang...

He was in my dreams, Van (2)

Melihatmu saja aku sudah salah tingkah. Ohhani dengan cepat memakai sepatu tanpa menalinya karena sudah tertinggal jauh oleh para sahabatnya, setelah sepatu terpasang sudah dengan kilat dia menghampiri ketiga sahabatnya dengan nafas tersengal-sengal. "Kalian gak setia kawan aah, ninggalin temennya gitu aja" Gerutu ohhani dibelakang rumi, ridah dan ami sambil memegangi dadanya dengan nafas tersengal-sengal. "Lah kamu lama" Jawab ridah mengejek "Aah kurang ajar" Ucap ohhani yang sekarang sudah berada disamping rumi. Ketika asyik berjalan dengan sahabatnya hanya untuk mengelilingi sekolah. Iya itu kebiasaan keempat sahabat ini. Tiba-tiba ohhani menjadi mundur dan berhenti, yang kemudian membuat rumi ikut berhenti. "Weeh kalok berenti bilang-bilang dong. Ada apa sih?" Tanya rumi yang kaget tangannya tertarik kebelakang mengikuti langkah ohhani yang mundur. Sedangkan ami dan ridah belum menyadari temannya berhenti, mereka masih melangkah de...

Biarin deh

Apa salah aku mencari perhatianmu dengan cara yang konyol, yang tidak masuk akal yang sering membuatmu bingung dan kesal? Apa salahnya sedikit saja kau cari tau apa yang sebenarnya aku inginkan? Jujur aku sangat nyaman ketika didekatmu, apa kau juga? Apa kau juga merasakan kenyamanan itu? Atau hanya aku saja. Hehehe seandainya kau tau jadi aku. Ini dada seperti sesak sekalii, sesak. Airmatapun berlomba-lomba ingin keluar dari kelopak mata, aah tapi percuma airmata keluar. Biar, biarin airmata yang tak penting ini. Tidak perlu khawatir sayang. Biarin. Biarin si cengeng ini bermain-main dengan airmatanya. Biarin si perasa ini tetap terbawa perasaan. Nanti juga sembuh-sembuh sendiri kalau sudah melihatmu senyum. Haha semudah itu ya sembuhnya. Iya, semua luka akan sembuh ketika melihat hal yang membuatnya tersenyum menghampirinya. Ini si cengeng lagi nulis-nulis gak jelas haha.

He was in my dreams, Van.

Mimpi yang sungguh aneh. Wajah yang begitu jelas aku lihat, namun tak kukenali. Dia berusaha menghampiriku, mengajak berkeliling kedunia mimpi yang sungguh indah. Aku terhanyut dengan kebaikan dan ketampanannya. Siapa dia? Ohhani segera terbangun. Iya, itu hanya mimpi. Mimpi yang sangat nyata, pria yang tampan dan baik sedang mengajaknya berjalan. Dia tak mengenali siapa pria itu, bertemu pun tak pernah. Bagaimana dia bisa bermimpi tentang pria itu. Setelah lama melamun memikirkan mimpi anehnya itu, ohhani segera beranjak keluar karena suara ibunya sudah memanggil. Setelah selesai siap-siap berangkat sekolah, ohhani dengan diantar ayahnya berangkat masih memikirkan mimpi itu. Mimpi aneh yang serasa begitu nyata. Hingga ketika sampai disekolah ayahnya dengan nada keras mengagetkan ohhani karena sedari tadi ayahnya berbicara tidak dihiraukan. Ohhani dengan membawa setumpukan buku berlari menghampiri sahabat-sahabatnya yang sudah menunggunya, emm maksudnya menunggu bukunya sih. Buku ...

Rindu.

Aku begitu malu untuk mengatakan aku rindu. Aku begitu sakit harus berbicara rindu namun tak ada balasan. Iya, rindu yang akan terjadi seterusnya. Sekarang tak bisa melihatmu lagi dari kejauhan, menyapa sekedar melambaikan tangan pun sudah tak bisa, apalagi melihat senyummu yang menjadi semangat hari-hariku. Jarak kembali mengoyak-oyak perasaan rindu, rasa ingin melihatnya tertawa lepas disampingku duduk. Rindu, rindu, kangen, kangen. Aah kesal juga rasanya. Namun aku yakin jarak lah yang menjadikan kita lebih dewasa. Menjadikan rindu sebagai hal yang sangat istimewa dalam hari-hari kita, dan kita mulai terbiasa olehnya.

Different

Menulis tentangmu itu hobiku. Banyak hal dalam otakku tentangmu yang selalu membuat jemari kecil ini tak ada hentinya mengungkapkan semua tentangmu. Tidak semuanya, hanya sebagian, sebagian yang aku ketahui tentang hidupmu. Kini setengah lembar sudah april menulis tentangnya, tentang sosok yang sekarang sedang bersama april, yang selalu mengisi hari-hari april dengan keceriaan. Setiap lembar sudah pasti tak pernah absen dari namanya, kevin . kevin yang selalu membuatnya tersenyum ketika berjalan berdampingan kearah kantin yang hanya untuk bergurau tapi tak memesan makanan apapun. Itu yang membuat banyak orang iri ketika melihat mereka. Tapi april tiba-tiba berhenti menulis, bukan karena dia mulai lelah menulis tentang kevin namun dia mulai tersadar akan apa yang sebenarnya. Kenyataan yang sangat menyakitkan jika harus diteruskan. Akan banyak orang yang memandang hubungannya sebelah mata. Akan butuh banyak airmata yang tumpah jika semua terus berlanjut. Mereka berbeda keyakinan. Apr...

The first time you say hello, Rajab

Masih terduduk ditempat yang sama, tempat dimana selalu bisa memperhatikannya berjalan dengan gagahnya walaupun hanya sekelebat. Itu yang selalu dilakukan ridah bersama sahabat-sahabatnya disekolah setelah bel istirahat dibunyikan. Mencari kesenangan bersama mereka, tapi juga ingin melihat sosok yang ia kagumi sedang berjalan menuju masjid untuk melaksanakan sholat dhuha. Entah, cowok macam apa yang sekarang dia bangga-banggakan namanya didepan sahabatnya. Cowok yang cuek, jutek dan tak peduli ketika bertemu dengannya. Tetapi dia begitu megagumi sosoknya, seorang yang religius namun begitu keren ketika bersama teman-temannya. Kali ini sosok yang dia tunggu-tunggu tak kunjung lewat sampai bel berakhirnya istirahat berbunyi, tidak seperti biasanya. Rasa khawatirpun mulai muncul dibenak ridah, sahabat-sahabatnya juga begitu heran kenapa orang yang sedang ditunggu tidak terlihat batang hidungnya sama sekali. Sampai keesokannya, sosok itu belum juga muncul. Ridah begitu khawatir, dia in...

Wanita hanya bisa menunggu

Sakitkah ketika mencintai seseorang namun hanya bisa memendam? Karena sadar bahwa seorang wanita pada dasarnya hanya bisa menunggu. Fiza begitu asyik memandangi hp, berbalas-balasan pesan dengan orang yang selama ini membuat hari-harinya begitu menyenangkan yang tak sengaja menimbulkan perasaan aneh ketika hpnya berbunyi dan itu pesan dari fahri, iya fahri. Pria yang membuat hatinya selalu berbunga-bunga. Namun beberapa hari yang lalu dia berjanji akan melupakan fahri. dia begitu kecewa ketika  melihat beberapa foto fahri bersama wanita cantik yang sepertinya begitu dekat hubungannya. Terus bagaimana hubungannya dengan fiza selama ini? Apa dia sama sekali tidak menganggap fiza penting dihidupnya?. Fiza hanya bisa menyesali apa yang sudah dia rasakan selama ini, perasaannya. Mengapa setiap perhatian demi perhatian fahri dianggapnya bahwa mempunyai perasaan yang sama dengannya. Suatu kesalahan ketika sudah jauh melangkah namun tidak berfikiran untuk menanyakan kembali apakah dia m...

Stay

Kau tidak hanya menjadi semangat hari-hariku, kau juga menjadi peluruh setiap amarahku. Ada jutaan kalimat kosakata yang sudah kau ucapkan hanya untuk membuat lekuk senyum dibibirku, dan tidak jarang aku tersenyum sendiri ketika mengingatnya. Aku tahu, kau termasuk pria yang tak mudah menyatakan apa yang sedang kau rasakan, entah itu senang kecewa bahkan marah. Kau juga bukan pria yang romantis, yang selalu mengandalkan rayuan-rayuan untuk mendapatkan hati seorang wanita. Tapi kau mempunyai senyuman yang membuat semua wanita termasuk aku menjadi senang melihatnya. Masih banyak yang belum aku ketahui tentangmu. tentang masa lalumu, tentang sakitnya menjadi kau ketika dikhianati oleh orang yang sangat kau cintai, tentang kau memperlakukan masa lalumu seperti apa. Aah itu tidak penting. Yang penting aku tahu aku jauh lebih baik dari masa lalumu. Mungkin aku hanya sekelumpit dari dia, mungkin aku tidak ada apa-apanya dari dia. Tapi setidaknya aku tidak pernah menghianati orang yang aku ...

ENAM

Enam, angka enam. Iya, sebelumnya aku tak pernah menulis yang pertama, kedua, sampai yang kelima. Namun kali ini aku begitu ingin menulis tentang angka enam, tentang harapan-harapan didalamnya. Delapanbelas yang ke-enam. "Dia" yang selama ini aku sebut dan selalu menjadi hal yang sangat aku favoritkan dalam tulisan adalah harapanku. "Dia" yang selalu menjadi alasanku masih berdiri menemani setiap langkahnya. Dia itu kau. Harapanku tetap sama dari awal, meski dengan angka yang masih kecil tumbuh ini aku ingin semampumu bertahan denganku. Aku tidak menjanjikan apapun, karena aku tidak mempunyai apa-apa untuk aku janjikan, namun aku mohon tetaplah singgah. Izinkan aku untuk tetap berusaha membuat lingkar senyum dibibir kecilmu. Karena hanya itu yang aku bisa. Dan aku mohon katakan pada jantungmu agar tetap berdegup cepat ketika melihat senyum kecilku. Sudah kubilang aku bukan wanita yang menarik yang tak jarang selalu kau nasehati karena tingkah lakuku yang menyeba...

Sang Angan

Aku berfikir kembali. Aku harus mengerti apa yang kau rasa. Kau tak mungkin mempunyai rasa sepertiku . Aku bukan siapa-siapamu, aku hanya wanita yang suka melihatmu dari kejauhan. Aku hanya takut melangkah terlalu jauh, sedangkan kau masih berdiri ditempat yang sama. Iya, dan aku tak pernah berani mengajakmu untuk mengikutiku melangkah. Aku sakit melihat kenyataan yang memang menyadarkan posisiku, aku bukan siapa-siapa, aku bukan wanita penting yang entah terdaftar dimasa depanmu atau tidak. Entah. Aku sadar, kita berbeda. Kau sudah mulai dikenal, sudah mulai banyak yang menyukai. Sedangkan aku? Aku hanya wanita yang berusaha mendapatkan senyummu secara diam-diam, mencoba mengabadikan setiap langkahmu meski itu kulakukan dari balik punggungmu. Aku harus menyadari itu, dan seharusnya aku tak terlalu berharap. Karena harapan itu hanya anganku, bukan anganmu. Anganku yang berdiri sendiri, yang seharusnya rapuh sejak awal bukan sekokoh saat ini. Seiring bertumbuhnya angan yang semak...

Perasa, merasa, dirasa.

Mungkin kau bingung telah memilihku, wanita yang terlalu mengutamakan perasaannya. Iya, aku berbeda dari wanita yang pernah dekat denganmu. Mereka dengan mudah memakai logika dan mengalahkan perasaan mereka sendiri. Namun aku? Aku wanita yang lemah, yang selalu mengandalkan airmata. Bukan, bukan mengandalkan. Namun berharap dengan airmata itu kau bisa mengerti. Airmata yang pernah keluar didepanmu itu bukan sama sekali kemauanku, bukan untuk mencari belas kasihan dan perhatianmu. Namun itu menunjukan bahwa semua akan baik-baik saja setelah itu, dan berharap tidak ada tetesan airmata kembali. Bukan wanita yang kuat, yang tidak mudah rapuh. Aku tidak tau mengapa serapuh ini, mengapa dengan mudah meneteskan airmata. Aku ingin menjadi seperti yang pernah ada didekatmu, yang tidak terlalu membawa perasaannya namun mampu membuatmu bahagia. Membuatmu bahagia. Perasa, merasa, dirasa. Belajar mengerti apa yang kau inginkan. Memahami apa yang seharusnya aku lakukan. Sejauh ini, aku terus b...

Huhuhu :"

Ini bukan akhir dari sebuah perjuangan, bukan akhir dari ujian. Setelah ini akan ada banyak ujian yang melebihi dari ini, akan ada sebuah perjuangan menggapai kesuksesan yang nyata, yang akan menjadi awal dari kehidupan sebenarnya. Rasa manja ini sudah harus pudar, harus menjadi anak remaja yang mandiri yang menjadi kebanggaan ibu. Iya ibu, satu orang yang menjadi semangatku selama ini. Yang menjadi keharusan untuk membahagiakannya, membalas semua kasih sayangnya selama ini. Bukan hanya aku saja, semua orang juga akan mempunyai cita-cita sepertiku pula. Aku akan benar-benar merindukan masa SMA-ku, sahabat-sahabat terbaikku, haters tercintaku muwah.

Air mata wanita

Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah, kecuali di depan orang yang dia sayangi. Dia menjadi lemah. Seorangwanita tidak akan menangis dengan mudah, hanya jika dia sangat menyayangimu, dia akan menurunkan rasa egoisnya. Lelaki, Saat wanita menangis didepanmu,saat dia menangis karenamu, lihatlah matanya, dapatkah kau lihat dan rasakan sakit yang dirasakannya?PIKIRKAN. Allah menciptakan wanita dengan 9 perasaan dan 1 akal, maka mereka selalu mengutamakan perasaannya ketika ia hadapi sebuah permasalahan. Tak heranlah ketika perasaannya sedang sebak, air matanya pun mengalir. Bukan kerana dia lemah, tapi dengan air mata itulah ia meluahkan segala rasa yang ada didadanya beban kehidupannya dan permasalahan yang dihadapinya. Ada sebuah renungan yang mungkin sangat berarti untuk dibagikan pada seluruh sahabat agar lebih menghormati dan menghargai wanita. Suatu hari, seorang pria berdoa dalam keadaan marah dan emosi. Ia sebal pada pasangannya yang seringkali menangis dan memanfaatka...

Baikkah wanita memakai parfum?

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah mengatakan : Apabila seorang wanita shalat di rumahnya dalam keadaan memakai berbagai wangian, maka itu baik. Seperti itu tidaklah mengapa bahkan dianjurkan mengenakannya. Akan tetapi, ketika wanita tersebut keluar rumah, maka ia tidak boleh keluar dalam keadaan mengenakan parfum yang orang-orang dapat mencium baunya. Janganlah seorang wanita keluar ke pasar atau ke masjid dalam keadaan mengenakan parfum semacam itu. Hal ini dikarenakan Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarangnya. Yang dimaksudkan larangan tersebut adalah sebagai berikut: Dari Abu Musa Al Asy’ary bahwanya ia berkata, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرّ...

Gelang karet hitam

Sebuah gelang karet berwarna hitam yang selalu membuatku tersenyum ketika melihatnya, gelang yang setiap kehadirannya membawa seseorang yang sangat istimewa. Iya, itu gelang yang selalu kau pakai. Namun si gelang hitam itu tak sendiri, dia memiliki pasangan yang selalu setia menemaninya ditangan kau, si gelang hijau. Gelang hijau yang menghabiskan setiap waktunya hanya untuk menemani si hitam. Mereka seperti tak mau terpisahkan. Dan apa ketika gelang hijau tiba-tiba hilang, si hitam mampu berada ditangan kau sendiri? Apa gelang hitam terlihat manis ketika kau kenakan sendirian tanpa gelang hijau? Apakah gelang hitam tak rapuh? Dan bayangkan jika aku menjadi gelang hitam, dan kau gelang hijaunya.

Si pecemburu

Aku terlalu perasa, terlalu sering memakai hati. Tak jarang aku merasa cemburu saat banyak wanita begitu akrab denganmu. memang kau sangat mudah akrab dengan orang, bukan dengan teman laki-laki saja, perempuan pun pula dan aku sudah mengerti itu. Namun rasa cemburu itu masih saja hadir tanpa aku kehendaki dan aku harapkan. Salahkah aku cemburu? Walau hanya dalam diam? Walau cemburu ini aku sembunyikan?. Apakah tidak wajar aku memiliki rasa cemburu seperti ini? Apakah aku terlalu pecemburu?. Tapi si pecemburu ini juga tak mau terlalu mengekangmu yang harus membatasi ruang gerakmu. Malah menyukai sifatmu yang fleksibel, yang mudah akrab dengan banyak orang. Si pecemburu ini hanya takut kehilanganmu, takut ketika tiba-tiba kau tidak mau lagi berjalan disampingku, tidak lagi mengucapkan kalimat demi kalimat yang membuatku tersenyum. Tetapi kau malah lebih senang menghabiskan waktu bersama salah satu wanita yang akrab denganmu itu. Si pecemburu ini begitu menyayangimu, begitu sayangnya...