Mimpi yang sungguh aneh. Wajah yang begitu jelas aku lihat, namun tak kukenali. Dia berusaha menghampiriku, mengajak berkeliling kedunia mimpi yang sungguh indah. Aku terhanyut dengan kebaikan dan ketampanannya.
Siapa dia?
Ohhani segera terbangun. Iya, itu hanya mimpi. Mimpi yang sangat nyata, pria yang tampan dan baik sedang mengajaknya berjalan. Dia tak mengenali siapa pria itu, bertemu pun tak pernah. Bagaimana dia bisa bermimpi tentang pria itu.
Setelah lama melamun memikirkan mimpi anehnya itu, ohhani segera beranjak keluar karena suara ibunya sudah memanggil.
Setelah selesai siap-siap berangkat sekolah, ohhani dengan diantar ayahnya berangkat masih memikirkan mimpi itu. Mimpi aneh yang serasa begitu nyata. Hingga ketika sampai disekolah ayahnya dengan nada keras mengagetkan ohhani karena sedari tadi ayahnya berbicara tidak dihiraukan.
Ohhani dengan membawa setumpukan buku berlari menghampiri sahabat-sahabatnya yang sudah menunggunya, emm maksudnya menunggu bukunya sih. Buku tugas yang harus dikumpulkan oleh mereka, tetapi tiba-tiba ada seseorang dari arah samping sedang berjalan karena dengan kecepatan super ohhani berlari maka dia tidak bisa menghindari menabrak sesorang itu dan semua buku berserakan terjatuh keatas lantai. Tanpa melihat dan meminta maaf kepada orang yang ditabraknya, ohhani segera memunguti dan kembali berlari menuju para sahabatnya.
"Kamu lama banget sih?"
Tanya ami kesal
"Telat nih, kesiangan tauk"
Jawab ohhani dengan suara yang masih tersengal-sengal karena habis lari.
"Niih buku kalian, ami. Rumi. Ridah."
Ucap ohhani sembari memberikan buku sahabatnya masing-masing.
"Lah bukumu mana?"
Tanya ridah.
Ohhani yang sedari tadi tidak sadar kalau bukunya tidak ada begitu terkejut
"Eeh iya, mana bukuku"
Ucap ohhani dengan kelabakannya mencari buku ditasnya dan disegala tempat.
"Mungkin ketinggalan kali"
Tebak rumi tenang
"Kagak mungkin, orang tadi aku pegang 4 buku."
Jawab ohhani ketakutan.
"Masak iya gara-gara tabrakan sama cowok tadi"
Fikir ohhani dalam hati.
"Duuh pelajarannya bu ani lagi, jadi apa kamu nanti duuh"
Teman-trmannya mulai ikut khawatir, karena tugas itu dari guru paling killer disekolah mereka. Sedangkan ohhani masih mencari bukunya, dengan wajah merah ketakutan ohhani menyusuri jalan yang tadi dia lewati.
Tiba-tiba dia melihat buku yang mitip dengan bukunya sedang dipegang oleh seorang pria yang sedang duduk dikursi depan kelas.
Ohhani segera menghampiri pria yang sedang tertunduk melihat buku tersebut. Di saat pria itu membuka buku ada nilai 30, ohhani sangat yakin bahwa itu benar bukunya.
"Maaf bisa lihat buku itu"
Ucap ohhani ragu. Pria itu segera mendongakkan kepalanya dan melihat kearah ohhani berdiri.
Astaga pria itu. Dia yang ada dalam mimpinya tadi malam. Iya wajahnya begitu jelas nyata dan persis. Pria yang berkulit tak begitu putih, tinggi, dan memiliki lesung pipi itu tersenyum kepada ohhani.
"Ini bukumu yaa"
Ucapnya dengan suara yang begitu mirip dimimpinya. Ohhani hanya melongo memperhatikan pria itu.
"Oh iya, kamu pasti heran liat aku?"
Tanya pria itu sembari berdiri mengimbangi ohhani.
"Kenalin aku vano. Aku baru pindah kesekolah ini. Pasti kamu heran gak pernah liat aku"
Jelas pria itu yang mengaku sebagai vano.
Ohhani terdiam bukan karena tidak pernah melihatnya disekolah. Tetapi orang yang dimimpinya begitu persis dengan orang yang sedang berada didepannya saat ini.
"Kenapa sih heei?"
Vano sekali lagi berbicara, karena ohhani masih terdiam memandanginya. Seperti rasa tak menyangka.
"Eeeh. Tidak apa-apa. Iya itu bukuku. Terimakasih ya"
Ucap ohhani dengan gugup dan segera mengambil bukunya lalu beranjak pergi. Namun ohhani berhenti setelah dua kali melangkah.
"Maaf ya tadi sudah nabrak kamu"
Ucap ohhani dengan salah tingkahnya kemudian melanjutkan berjalan, sedangkan vano hanya tersenyum geli melihat tingkah laku ohhani.
Disetiap langkahnya ohhani masih memikirkan semua hal yang tidak masuk akal itu. Bagaimana dia bisa mimpi orang yang belum pernah ia kenal namun tiba-tiba didunia nyata dia bertemu dengan orang tersebut.
Dan mengapa saat pertemuan itu, vano sudah melihat nilai paling jeleknnya ohhani. Aaaah
Setelah itu ohhani begitu mengagumi dan menyukai vano. Tetapi dia hanya bisa memendam, dan tidak berani menungkapkan. Disetiap mimpinya juga sering terlihat vano muncul namun hanya sekelebat saja.
"Akan tetap kubiarkan kau menghampiriku hanya dalam mimpi"
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu