Masih terduduk ditempat yang sama, tempat dimana selalu bisa memperhatikannya berjalan dengan gagahnya walaupun hanya sekelebat.
Itu yang selalu dilakukan ridah bersama sahabat-sahabatnya disekolah setelah bel istirahat dibunyikan. Mencari kesenangan bersama mereka, tapi juga ingin melihat sosok yang ia kagumi sedang berjalan menuju masjid untuk melaksanakan sholat dhuha.
Entah, cowok macam apa yang sekarang dia bangga-banggakan namanya didepan sahabatnya. Cowok yang cuek, jutek dan tak peduli ketika bertemu dengannya. Tetapi dia begitu megagumi sosoknya, seorang yang religius namun begitu keren ketika bersama teman-temannya.
Kali ini sosok yang dia tunggu-tunggu tak kunjung lewat sampai bel berakhirnya istirahat berbunyi, tidak seperti biasanya. Rasa khawatirpun mulai muncul dibenak ridah, sahabat-sahabatnya juga begitu heran kenapa orang yang sedang ditunggu tidak terlihat batang hidungnya sama sekali.
Sampai keesokannya, sosok itu belum juga muncul. Ridah begitu khawatir, dia ingin mencari tahu, tapi kepada siapa? Teman-temannya? Itu tidak mungkin, pasti mereka begitu bingung ketika ridah menanyakan keadaan temannya sekarang.
"Besok 1 rajab, jadi inget dia"
dengan wajah murung ridah mulai berbicara tentangnya kepada sahabat-sahabatnya. Rajab? Iya besok adalah bulan rajab. Ada yang aneh? Tidak.
Rajab adalah nama sosok yang selama ini ridah kagumi, yang selama ini selalu dia tunggu-tunggu sosoknya ketika berangkat kemasjid sekolah untuk melaksanakan sholat dhuha, yang selama ini dia harapkan menyapanya, tersenyum kepadanya. Zaldi rajab. Itu namanya.
"Kemana ya dia? Kok 2 hari ini gak keliatan"
Ucap ami. Sahabatnya
"Apa dia sakit"
Tebak hanifah.
"Atau pindah?"
Tebak rumi.
"Atau gak mau liat wajahmu?"
Tebak ami.
"Kalian itu apaan sih, pada ngaco semua"
Gerutu ridah
"Hehehe udah aah jangan galau makanya"
Tet tet tet. Bel masuk berbunyi
Dan sekali lagi mereka tak melihat zaldi pergi kemasjid.
Dirumah ridah gelisah dan risih, dia kepikiran keadaan zaldi, tidak seperti biasanya dia seperti ini.
"Besok udah 1 rajab, puasa aah"
Ucap ridah menyenangkan hatinya dan berusaha melupakan kegelisahannya. Dengan menarik selimutnya dia membaca doa sebelum tidur.
Keesokannya, bel istirahat berbunyi.
Ridah masih penasaran dengan keadaan zaldi yang sebenarnya, apa yang terjadi dengannya sekarang. Apa sekarang zaldi sudah melupakan kebiasaanya sholat dhuha dimasjid? Atau dia risih melihat ridah duduk menunggunya.
Kali ini ridah duduk sendirian ditempat biasanya, sahabatnya masih sibuk dikelas mengerjakan soal dari guru. Tetapi tiba-tiba sosok itu muncul dari koridor koridor kelas dengan wajah yang sumringah, wajah yang tak seperti biasanya, wajah yang begitu bahagia.
"Permisi.. Mari sholat dhuha"
Ajak zaldi. Ridah begitu heran, dia terdiam begitu lama. Mengetahui dirinya disapa oleh zaldi. Iya, mereka sebenarnya sudah mengenal sejak lama tetapi zaldi mulai cuek dan menjauh ketika tahu ridah menyukainya.
"Puasa rajab kan?"
Tanya kembali zaldi yang membangunkan lamunannya.
"Eeh ooh iya"
Jawab ridah terbata-bata, begitu groginya dia ketika disapa oleh orang yang entah apa namanya didalam hidupnya sekarang.
"Mari sholat dhuha, aku imami"
Ajak kembali zaldi
"Eehm iya sebentar, aku ambil mukenah dulu dikelas"
Ridah segera bergegas kedalam kelas, sedangkan zaldi masih bersiri ditempat yang sama menunggu ridah kembali.
Ridah memasuki kelasnya dengan begitu sumringah, bibirnya tak ada habis-habisnya untuk menunjukan kebahagiaan yang sekarang dia rasakan. Sahabatnya pun begitu heran melihat tingkah sahabatnya setelah dua hari murung. Dan ridah pun bercerita kebahagiaan yang sedang dia rasakan kemudian bergegas kembali ketempat zaldi menunggu.
Mereka berdua berjalan kemasjid sekolah untuk melaksanakan sholat dhuha
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu