Sakitkah ketika mencintai seseorang namun hanya bisa memendam? Karena sadar bahwa seorang wanita pada dasarnya hanya bisa menunggu.
Fiza begitu asyik memandangi hp, berbalas-balasan pesan dengan orang yang selama ini membuat hari-harinya begitu menyenangkan yang tak sengaja menimbulkan perasaan aneh ketika hpnya berbunyi dan itu pesan dari fahri, iya fahri. Pria yang membuat hatinya selalu berbunga-bunga.
Namun beberapa hari yang lalu dia berjanji akan melupakan fahri. dia begitu kecewa ketika melihat beberapa foto fahri bersama wanita cantik yang sepertinya begitu dekat hubungannya. Terus bagaimana hubungannya dengan fiza selama ini? Apa dia sama sekali tidak menganggap fiza penting dihidupnya?. Fiza hanya bisa menyesali apa yang sudah dia rasakan selama ini, perasaannya. Mengapa setiap perhatian demi perhatian fahri dianggapnya bahwa mempunyai perasaan yang sama dengannya.
Suatu kesalahan ketika sudah jauh melangkah namun tidak berfikiran untuk menanyakan kembali apakah dia masih mau melangkah dengannya. Begitupun yang dirasakan fiza, kini dia harus menyadarkan dirinya bahwa orang yang selama ini ditunggu tidak memiliki rasa apa-apa dengannya.
"Zaaa"
panggil fahri dari belakang. Fiza benar-benar ingin melupakannya, dia berpura-pura tidak mendengar dan segera berlari kecil untuk menghindari fahri. Namun fahri mengetahui fiza sudah mendengar suaranya, dan dia heran mengapa fiza malah menjauh.
"Zaaa tunggu"
ucap fahri ketika sudah memegang tangan fiza.
"Emm maaf fahri, aku ada urusan penting"
tolak fiza tanpa melihat wajah fahri sama sekali.
"Kamu ada apasih? Aku mau kenalin seseorang. Ini penting. Pokoknya harus ikut aku dulu sebentar"
ucap fahri sembari menarik fiza kearah wanita cantik yang sudah berdiri sejak tadi.
Fiza begitu kaget ketika melihat wanita yang ada difoto bersama fahri sedang berdiri menunggu mereka dengan wajah yang masam dan seperti cemburu kepadanya.
"Kok kalian deket banget sih?"
Ucap wanita itu dengan wajah sinis. Fiza tidak menyukai wanita seperti itu. Apa ini pilihan fahri?
Fiza hanya tersenyum kecil, tapi tidak dengan hatinya. Dia segera melepas tangan fahri.
"Ini fiza an"
Ucap fahri setelah kebingungan melihat tingkah laku fiza yang tidak seperti biasanya.
"Ohh ini fiza?"
Ucap sinis ani. Iya ani namanya.
"Iyaa"
Jwab fiza sedikit muram
"Fiza yang sering diceritakan fahri, yang fahri nyaman kalok sama kamu"
Ucap ani masih dengan muka sinis
"Haaa? Maksudnya nyaman?"
Tanya fiza kepada fahri dengan wajah masih kebingungan. Bisa-bisanya fahri bilang seperti itu ke ani yang sekarang adalah pacarnya.
"Iya memang, aku nyaman sama kamu"
Jawab singkat fahri
"Beruntung banget kamu bisa bikin nyaman fahri. Aku saja yang berusaha buat dapetin dia cuman dibales dengan kata maaf tidak bisa karena sudah ada yang membuatnya nyaman. Makanya tadi aku nyuruh fahri buat kenalin orangnya ke aku, dan itu ternyata kamu."
Jelas ani. Fiza hanya terdiam mendengar semua itu, sedangkan fari tertunduk malu. Ani meninggalkan mereka berdua dengan keheningan
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu