Kau tidak hanya menjadi semangat hari-hariku, kau juga menjadi peluruh setiap amarahku. Ada jutaan kalimat kosakata yang sudah kau ucapkan hanya untuk membuat lekuk senyum dibibirku, dan tidak jarang aku tersenyum sendiri ketika mengingatnya.
Aku tahu, kau termasuk pria yang tak mudah menyatakan apa yang sedang kau rasakan, entah itu senang kecewa bahkan marah. Kau juga bukan pria yang romantis, yang selalu mengandalkan rayuan-rayuan untuk mendapatkan hati seorang wanita. Tapi kau mempunyai senyuman yang membuat semua wanita termasuk aku menjadi senang melihatnya.
Masih banyak yang belum aku ketahui tentangmu. tentang masa lalumu, tentang sakitnya menjadi kau ketika dikhianati oleh orang yang sangat kau cintai, tentang kau memperlakukan masa lalumu seperti apa. Aah itu tidak penting.
Yang penting aku tahu aku jauh lebih baik dari masa lalumu. Mungkin aku hanya sekelumpit dari dia, mungkin aku tidak ada apa-apanya dari dia. Tapi setidaknya aku tidak pernah menghianati orang yang aku cinta.
Karena akan sangat menyakitkan ketika masih mencintai namun memilih bermain api dengan orang lain dan baru menyesal ketika orang yang sebenarnya dicintai sudah pergi.
Aku menatap langit-langit ruangan bernuansa putih bersekat gorden hijau khasnya. Menikmati proses sembari menunggumu yang sedang diluar mengurus segala macam tetek bengek administrasi. Aku tidak tau bagaimana perasaanmu, Mas. Tapi yang jelas aku disini membutuhkanmu segera, untuk melewati segala proses ini. Karena entah kenapa; aku tiba-tiba merasa terlalu takut untuk sendirian. Banyak sekali gambaran diatas sana tentang proses selanjutnya, yang aku tidak bisa memastikan berakhir seperti apa kondisiku nanti. Krek Mataku langsung tertuju kearah pintu yang terbuka, sesuai harapanku; kamu benar-benar sudah datang menyelesaikan urusanmu, Mas. Yang pertama kali kulihat adalah senyuman, meski wajahmu tidak bisa berbohong ada kekhawatiran disana. "Gapapa, pokoknya yang terbaik buat kamu dan anak kita." Ucapnya langsung setelah menghampiriku yang terbaring diatas ranjang, dengan jarum infus terpasang dilengan kananku. Yah, hari ini sudah lewat dari masa perkiraan aku melahirk...
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu