Mungkin kau bingung telah memilihku, wanita yang terlalu mengutamakan perasaannya. Iya, aku berbeda dari wanita yang pernah dekat denganmu. Mereka dengan mudah memakai logika dan mengalahkan perasaan mereka sendiri. Namun aku?
Aku wanita yang lemah, yang selalu mengandalkan airmata. Bukan, bukan mengandalkan. Namun berharap dengan airmata itu kau bisa mengerti.
Airmata yang pernah keluar didepanmu itu bukan sama sekali kemauanku, bukan untuk mencari belas kasihan dan perhatianmu. Namun itu menunjukan bahwa semua akan baik-baik saja setelah itu, dan berharap tidak ada tetesan airmata kembali.
Bukan wanita yang kuat, yang tidak mudah rapuh. Aku tidak tau mengapa serapuh ini, mengapa dengan mudah meneteskan airmata.
Aku ingin menjadi seperti yang pernah ada didekatmu, yang tidak terlalu membawa perasaannya namun mampu membuatmu bahagia. Membuatmu bahagia.
Perasa, merasa, dirasa. Belajar mengerti apa yang kau inginkan. Memahami apa yang seharusnya aku lakukan.
Sejauh ini, aku terus berusaha menjadi yang terbaik agar kau tak mencoba mencari yang lebih baik. Aku mencoba.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu