Aku begitu malu untuk mengatakan aku rindu. Aku begitu sakit harus berbicara rindu namun tak ada balasan. Iya, rindu yang akan terjadi seterusnya.
Sekarang tak bisa melihatmu lagi dari kejauhan, menyapa sekedar melambaikan tangan pun sudah tak bisa, apalagi melihat senyummu yang menjadi semangat hari-hariku.
Jarak kembali mengoyak-oyak perasaan rindu, rasa ingin melihatnya tertawa lepas disampingku duduk.
Rindu, rindu, kangen, kangen. Aah kesal juga rasanya.
Namun aku yakin jarak lah yang menjadikan kita lebih dewasa. Menjadikan rindu sebagai hal yang sangat istimewa dalam hari-hari kita, dan kita mulai terbiasa olehnya.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu