Siapa aku? Yang hanya diam ketika melihatmu, yang hanya menatap punggung indahmu berlalu. Yang selalu rindu mengetahui setiap harimu. Jangan tanya rasaku, aku hanya ingin pendam rasa ini tanpa kau tahu. Aku lebih suka melihatmu jauh tanpa kau mendekat. Aku lebih suka berjalan dibelakangmu, melihat setiap langkah kakimu yang indah. Bukan berjalan disampingmu dan saling bertumpu tangan. Jangan pernah mendekat meski kau lambat laun akan tahu rasaku yang sesungguhnya. Sungguh, jangan lakukan itu. Biarlah bersikap seperti saat kau masih belum tahu apa-apa tentang perasaanku. Aku hanya ingin menyimpan rasa ini sendiri, sendiri! Jangan pernah mendekat hanya karena iba-mu. Hanya karena kau takut menyakiti hati yang diam-diam selalu memperhatikanmu. Aku yakin, lelaki mudah menyayangi namun juga akan lebih mudah melebur rasa sayang itu. Apalagi dengan bermodal rasa iba. Aku hanya ingin rasa ini tetap. Aku tak mau rasa ini bertambah berlebihan melebihi rasa cintaku kepada ya Rabb. Jika dip...
Jadilah senja yang masih terang, meski langit memaksa untuk redup.