setiap bertemu dengan mata bulatmu aku tak merasakan apapun, hanya merasa kau bintang besar yang tak akan pernah bisa aku gapai, susah, sulit. dan itu hanya membuat dadaku merasa sesak.
sangat sulit untuk medapat senyum dari bibir mungilmu, terkadang aku sangat berharap. tapi kosong! itu hanya angan yang tak pernah tersampaikan. sang bintang besar berbaik hati memberikan senyumnya untuk debu siang sepertiku? angan yang berlebihan untuk bintang besar sepertimu. kau hanya pantas dikelilingi oleh bintang-bintang kecil yang bersinar. dan menutupi diriku dengan sinar mereka, sinar yang menyilaukan sehingga kau sangat sulit untuk melihatku. aku tak apa, aku sadar aku siapa. aku bukan siapa-siapa. dan aku tak pantas untuk mendapatkan secuil senyumpun dari bibirmu. maafkan aku yang terus berharap, yang terus menginginkan semua anganku terjadi. tapi nyatanya tidak akan pernah! tidak!
dan akan aku yakinkan dengan diriku sendiri bahwa ini hanya rasa kagum, bukan rasa ingin memiliki. dan tetap aku yakin kan bahwa ini hanya rasa kagum bukan rasa ingin memiliki. paham!
dan setiap kali aku melihatmu tuan bintang besar, kata-kata yang sudah aku rangkai dan rekatkan dihati dan fikiranku itu musnah kembali.musnah bersama langkahmu melewatkanku tanpa senyum ataupun sapaan darimu, tanpa sama sekali. dan aku harus merangkai kata-kata itu lagi, merekatkan kata-kata itu lagi. meskipun susah, akan tetap aku lakukan. karena tidak ada alasan untuk menjauhimu, melangkah pergi darimu. karena setiap itu aku lakukan, tuhan selalu mempertemukan kita. kita, bintang besar dan debu siang.
sangat sulit untuk medapat senyum dari bibir mungilmu, terkadang aku sangat berharap. tapi kosong! itu hanya angan yang tak pernah tersampaikan. sang bintang besar berbaik hati memberikan senyumnya untuk debu siang sepertiku? angan yang berlebihan untuk bintang besar sepertimu. kau hanya pantas dikelilingi oleh bintang-bintang kecil yang bersinar. dan menutupi diriku dengan sinar mereka, sinar yang menyilaukan sehingga kau sangat sulit untuk melihatku. aku tak apa, aku sadar aku siapa. aku bukan siapa-siapa. dan aku tak pantas untuk mendapatkan secuil senyumpun dari bibirmu. maafkan aku yang terus berharap, yang terus menginginkan semua anganku terjadi. tapi nyatanya tidak akan pernah! tidak!
dan akan aku yakinkan dengan diriku sendiri bahwa ini hanya rasa kagum, bukan rasa ingin memiliki. dan tetap aku yakin kan bahwa ini hanya rasa kagum bukan rasa ingin memiliki. paham!
dan setiap kali aku melihatmu tuan bintang besar, kata-kata yang sudah aku rangkai dan rekatkan dihati dan fikiranku itu musnah kembali.musnah bersama langkahmu melewatkanku tanpa senyum ataupun sapaan darimu, tanpa sama sekali. dan aku harus merangkai kata-kata itu lagi, merekatkan kata-kata itu lagi. meskipun susah, akan tetap aku lakukan. karena tidak ada alasan untuk menjauhimu, melangkah pergi darimu. karena setiap itu aku lakukan, tuhan selalu mempertemukan kita. kita, bintang besar dan debu siang.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu