Ketika semuanya sudah sangat memuak-kan, sudah begitu lelah untuk kau fikirkan. Ada kalanya kau ingin berhenti, ingin melupakan semuanya, menghapus semua jejak yang telah kau lewatkan dengannya. Namun hatimu masih berat untuk melakukan itu. Memang bibirmu dengan mudah mengucapkan "aku bisa melupakannya, aku bisa" tapi apa hatimu juga seperti itu? Yaa seperti itulah.
Ucapan kadang tak sejalan dengan hati. Ketika mata enggan untuk melihatnya, telinga enggan mendengar namanya, bibir enggan mengucap tentangnya. Tapi hati masih terbesit tentang dirinya.
Hfftt, kenapa hati tak pernah mengerti semuanya?. Ooh salah, hati lah yang sangat mengerti kau. Hati yang mengetahui bahwa sebenarnya kau masih menginginkan tetap memikirkannya.
Jangan mencoba melupakan, menghindar, mencoba menghilangkan semua tentangnya. Biarkan semua mengalir seperti air, ikuti setiap alurnya, agar kau bisa terbiasa tanpa harus berusaha menjauh ketika didekatnya, tanpa berusaha menghilangkan ingatan tentang kalian berdua. Karena suatu ketika semua itu akan tidak sengaja tetap kau ingat, dan akan kau rindukan.
Aku menatap langit-langit ruangan bernuansa putih bersekat gorden hijau khasnya. Menikmati proses sembari menunggumu yang sedang diluar mengurus segala macam tetek bengek administrasi. Aku tidak tau bagaimana perasaanmu, Mas. Tapi yang jelas aku disini membutuhkanmu segera, untuk melewati segala proses ini. Karena entah kenapa; aku tiba-tiba merasa terlalu takut untuk sendirian. Banyak sekali gambaran diatas sana tentang proses selanjutnya, yang aku tidak bisa memastikan berakhir seperti apa kondisiku nanti. Krek Mataku langsung tertuju kearah pintu yang terbuka, sesuai harapanku; kamu benar-benar sudah datang menyelesaikan urusanmu, Mas. Yang pertama kali kulihat adalah senyuman, meski wajahmu tidak bisa berbohong ada kekhawatiran disana. "Gapapa, pokoknya yang terbaik buat kamu dan anak kita." Ucapnya langsung setelah menghampiriku yang terbaring diatas ranjang, dengan jarum infus terpasang dilengan kananku. Yah, hari ini sudah lewat dari masa perkiraan aku melahirk...
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu