Aku baru sadar bahwa kamu datang hanya untuk memberiku pelajaran; bahwa yang terlihat serius, belum tentu tidak meninggalkan. dan bodohnya, aku masih memintamu untuk datang ke rumah, mengemis seolah aku masih sangat membutuhkanmu. Dengar, jika kamu tidak pernah datang kerumah dan bersikap sangat manis pada orangtuaku, aku tidak akan melakukan hal ini.
Kamu telah mengambil hati orang tuaku, memberi persepsi pada mereka bahwa kamu lah yang pantas untukku nantinya. Saat itu aku luluh, melihat orang tuaku sangat menyukaimu, maka ku putuskan untuk menerimamu, meski pada saat itu ada seseorang yang sudah memenuhi hatiku, namun selalu menorehkan luka. Aku berpikir kenapa tidak, ketika seseorang yang sedang ku perjuangkan tidak menghiraukanku, mengapa aku tidak menerima orang lain yang jelas-jelas mau datang kerumah; yaitu kamu.
Tapi ternyata luka itu jauh lebih menyakitkan ketika kamu yang menorehkannya. Kamu seolah lupa apa yang pernah kamu katakan pada orang tuaku, kamu boleh hiraukan perasaanku yang kini mulai bisa menerimamu, tapi kamu tidak bisa hiraukan perasaan kedua orang yang telah membesarkan dan merawatku begitu saja.
Aku ingat sekali, ketika kamu pamit untuk pergi makan dengan mantanmu, yang ceritanya setelah putus dengannya kamu mendekatiku. Aku tak apa, pergilah selagi hatimu masih untukku, tapi ada hal yang membuatku tercengang, ketika aku dengan percaya dirinya meminta hatimu bisa dijaga untukku, ternyata kamu menjawabnya dengan "Loh bukannya kita hanya teman?"
Teman? lalu bagaimana dengan kamu saat mengungkapkan perasaan, lalu berniat pergi kerumahku, berbincang dengan kedua orang tuaku dengan manisnya, dan mereka menyukaimu. Lalu kini semua yang pernah kita lalui itu hanya sebagai teman?
Aku ingin mengutuk diriku sendiri yang langsung menjatuhkan hatiku begitu saja ketika orang tuaku menyukaimu, toh yang kuanggap dengan datang kerumah itu sudah serius, ternyata hanya sebatas teman. Baiklah, aku tidak bisa memaksamu untuk menetap, mungkin perempuan yang sedang bersamamu sekarang, lebih bisa membuatmu bahagia dan lupa atas semua yang kamu janjikan padaku, tidak apa.
Aku harap hatiku bisa sembuh sempurna, ketika tau hatiku sedang dibohongi.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan komentar kamu